Prof. Yudhie Haryono PhD Pengasuh Pesantren Yusufiah
Judul Asli: A History of The Modern Arabs.
Penulis: Eugene Rogan.
ISBN: 978-623-6219-76-8.
Ukuran: 15×23 cm.
Jumlah halaman: 784+vii.
Sampul: SoftCover
Terbit: Juni 2024.
Berat: 900 gram.
Harga: 211.000,-
Adakah mens rea dalam karya-karya Eugene Rogan? Pasti. Di mana itu? Mari kita temukan bersama. Ini adalah buku ketiga dari bahan bukber di ramadan tahun 2026.
Kita tahu bahwa Rogan merupakan sejarawan Amerika yang spesialisasi dalam sejarah Timur Tengah dan Afrika Utara dari era Utsmaniyah hingga saat ini. Ia adalah Profesor Sejarah Timur Tengah Modern di Universitas Oxford dan Direktur Pusat Timur Tengah di St Antony’s College, Oxford. Tugasnya jelas: menemukan kelebihan dan kekurangan warga Arabiah.
Karenanya, tesis yang menarik darinya adalah, “terikat oleh identitas bersama yang berakar pada bahasa dan sejarah, bangsa Arab lebih menarik karena keragamannya. Mereka adalah satu bangsa sekaligus banyak bangsa pada saat yang bersamaan (h.333).” Mirip indonesia: kumpulan bangsa-bangsa (suku) yang membentuk bangsa (suku) baru.
Pada bangsa dan negara banyak suku dan ras, mereka mudah diadu domba. Mereka mudah diinfiltrasi dan dimutilasi. Arab spring adalah produk terbaik adu domba di negeri arabiah. Inilah sumbangan data dan hasil riset Rogan pada kebijakan invasi di jazirah arabiah.
Rogan lahir pada 31 Oktober 1960 di Burbank, California, dan memperoleh gelar sarjana di bidang ekonomi dari Columbia University, serta gelar master dan doktor di bidang sejarah Timur Tengah dari Harvard University. Ia telah menulis beberapa buku terkenal, termasuk “The Arabs: A History” dan “The Fall of the Ottomans: The Great War in the Middle East, 1914-1920.”
Melengkapi informasi tentangnya, Rogan merupakan Fellow dari British Academy dan telah menerima beberapa penghargaan atas kontribusinya dalam studi Timur Tengah. Tentu saja riset dan buku-bukunya selalu spesial dan memicu perdebatan, juga menjadi big data bagi negeri asing ketika ingin menjajah.
Suatu kali, ia berucap bahwa, “sejak 1517 dan seterusnya, bangsa Arab menegosiasikan tempat mereka di dunia melalui aturan yang ditetapkan oleh negara asing dan di ibu kota asing (Amerika dll), padahal, bangsa Arab tidak pernah menerima untuk dijajah oleh Inggris, Prancis, Israel dan negara manapun.” Di sini mens reanya: kumpulin data untuk modal menginvasi.
Dengan membaca semua karyanya, kita dapati bahwa inti pemikirannya adalah:
(1)Sejarah bangsa Arab adalah proses kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan budaya; (2)Di sinilah pentingnya memahami konteks sejarah dalam mempelajarinya agar tidak terjerumus menjadi pengadilan dan pelabelan yang salah;
(3)Terdapat peran negara-negara besar (Inggris, Prancis, Amerika) dalam membentuk sejarah mereka yang sangat dominan; (4)Terlihat nasionalisme (islam dll) sebagai kekuatan penting dalam sejarahnya;
(5)Pentingnya memahami perspektif lokal dan pengalaman masyarakat arabiah dalam mempelajari sejarah wilayah tersebut agar fair dan adil plus objektif.
Dengan lima tesis tersebut, Rogan memperluas pendekatannya yang dalam dan kontekstual saat mempelajari sejarah itu, sehingga punya kemampuan dahsyat ketika menjelaskan kompleksitas sejarah yang muncul.
Di sini, Rogan memiliki pengetahuan yang sangat luas sekaligus punya kemampuan analisis yang kuat dan memungkinkannya untuk memahami dan menjelaskan kompleksitas sejarah serta tahu persis kelemahannya. Di sini, rekomendasi Rogan menjadi penting bagi politik luar negeri Amerika dkk.
Rogan memang dikenal objektif dalam menulis tetapi terlalu fokus pada negara-negara besar yang mengendalikan sehingga kurang memperhatikan peran masyarakat lokal; ia juga kurang memperhatikan aspek ekonomi dalam analisisnya sehingga terlalu kompleks, yang dapat membuat pembaca kesulitan memahami argumennya.
Di atas segalanya, kita perlu belajar pada semangatnya dan pada usaha mewarnai cara pandang dunia terhadap jazirah arabiah. Saat bersamaan, kita juga perlu bikin wacana tandingnya.(*)








