INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

JAZIRAH ARABIAH DI MATA ROGAN

Resensi Buku

JAZIRAH ARABIAH DI MATA ROGAN
Rabu, 25 Februari 2026

Prof. Yudhie Haryono PhD Pengasuh Pesantren Yusufiah

Judul Asli: A History of The Modern Arabs.
Penulis: Eugene Rogan.
ISBN: 978-623-6219-76-8.
Ukuran: 15×23 cm.
Jumlah halaman: 784+vii.
Sampul: SoftCover
Terbit: Juni 2024.
Berat: 900 gram.
Harga: 211.000,-

Adakah mens rea dalam karya-karya Eugene Rogan? Pasti. Di mana itu? Mari kita temukan bersama. Ini adalah buku ketiga dari bahan bukber di ramadan tahun 2026.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Kita tahu bahwa Rogan merupakan sejarawan Amerika yang spesialisasi dalam sejarah Timur Tengah dan Afrika Utara dari era Utsmaniyah hingga saat ini. Ia adalah Profesor Sejarah Timur Tengah Modern di Universitas Oxford dan Direktur Pusat Timur Tengah di St Antony’s College, Oxford. Tugasnya jelas: menemukan kelebihan dan kekurangan warga Arabiah.

Karenanya, tesis yang menarik darinya adalah, “terikat oleh identitas bersama yang berakar pada bahasa dan sejarah, bangsa Arab lebih menarik karena keragamannya. Mereka adalah satu bangsa sekaligus banyak bangsa pada saat yang bersamaan (h.333).” Mirip indonesia: kumpulan bangsa-bangsa (suku) yang membentuk bangsa (suku) baru.

Pada bangsa dan negara banyak suku dan ras, mereka mudah diadu domba. Mereka mudah diinfiltrasi dan dimutilasi. Arab spring adalah produk terbaik adu domba di negeri arabiah. Inilah sumbangan data dan hasil riset Rogan pada kebijakan invasi di jazirah arabiah.

Rogan lahir pada 31 Oktober 1960 di Burbank, California, dan memperoleh gelar sarjana di bidang ekonomi dari Columbia University, serta gelar master dan doktor di bidang sejarah Timur Tengah dari Harvard University. Ia telah menulis beberapa buku terkenal, termasuk “The Arabs: A History” dan “The Fall of the Ottomans: The Great War in the Middle East, 1914-1920.”

Melengkapi informasi tentangnya, Rogan merupakan Fellow dari British Academy dan telah menerima beberapa penghargaan atas kontribusinya dalam studi Timur Tengah. Tentu saja riset dan buku-bukunya selalu spesial dan memicu perdebatan, juga menjadi big data bagi negeri asing ketika ingin menjajah.

Suatu kali, ia berucap bahwa, “sejak 1517 dan seterusnya, bangsa Arab menegosiasikan tempat mereka di dunia melalui aturan yang ditetapkan oleh negara asing dan di ibu kota asing (Amerika dll), padahal, bangsa Arab tidak pernah menerima untuk dijajah oleh Inggris, Prancis, Israel dan negara manapun.” Di sini mens reanya: kumpulin data untuk modal menginvasi.

Dengan membaca semua karyanya, kita dapati bahwa inti pemikirannya adalah:

(1)Sejarah bangsa Arab adalah proses kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan budaya; (2)Di sinilah pentingnya memahami konteks sejarah dalam mempelajarinya agar tidak terjerumus menjadi pengadilan dan pelabelan yang salah;

(3)Terdapat peran negara-negara besar (Inggris, Prancis, Amerika) dalam membentuk sejarah mereka yang sangat dominan; (4)Terlihat nasionalisme (islam dll) sebagai kekuatan penting dalam sejarahnya;

(5)Pentingnya memahami perspektif lokal dan pengalaman masyarakat arabiah dalam mempelajari sejarah wilayah tersebut agar fair dan adil plus objektif.

Dengan lima tesis tersebut, Rogan memperluas pendekatannya yang dalam dan kontekstual saat mempelajari sejarah itu, sehingga punya kemampuan dahsyat ketika menjelaskan kompleksitas sejarah yang muncul.

Di sini, Rogan memiliki pengetahuan yang sangat luas sekaligus punya kemampuan analisis yang kuat dan memungkinkannya untuk memahami dan menjelaskan kompleksitas sejarah serta tahu persis kelemahannya. Di sini, rekomendasi Rogan menjadi penting bagi politik luar negeri Amerika dkk.

Rogan memang dikenal objektif dalam menulis tetapi terlalu fokus pada negara-negara besar yang mengendalikan sehingga kurang memperhatikan peran masyarakat lokal; ia juga kurang memperhatikan aspek ekonomi dalam analisisnya sehingga terlalu kompleks, yang dapat membuat pembaca kesulitan memahami argumennya.

Di atas segalanya, kita perlu belajar pada semangatnya dan pada usaha mewarnai cara pandang dunia terhadap jazirah arabiah. Saat bersamaan, kita juga perlu bikin wacana tandingnya.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Tersengat Setrum Ikan di Sungai Gangguru Karangnangka

Selanjutnya

PDIP Tegaskan Anggaran MBG Bersumber dari Pos Pendidikan, Rujuk UU APBN 2026

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

PDIP Tegaskan Anggaran MBG Bersumber dari Pos Pendidikan, Rujuk UU APBN 2026

PDIP Tegaskan Anggaran MBG Bersumber dari Pos Pendidikan, Rujuk UU APBN 2026

Rabu, 25 Februari 2026

JAZIRAH ARABIAH DI MATA ROGAN

JAZIRAH ARABIAH DI MATA ROGAN

Rabu, 25 Februari 2026

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Tersengat Setrum Ikan di Sungai Gangguru Karangnangka

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Tersengat Setrum Ikan di Sungai Gangguru Karangnangka

Rabu, 25 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Selanjutnya
PDIP Tegaskan Anggaran MBG Bersumber dari Pos Pendidikan, Rujuk UU APBN 2026

PDIP Tegaskan Anggaran MBG Bersumber dari Pos Pendidikan, Rujuk UU APBN 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com