Purbalingga – Kebutuhan elpiji 3 kilogram untuk menghadapi momen Natal dan Tahun baru (Nataru) diprediksi meningkat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga telah mengusulkan tambahan kuota. Sehingga, menjelang Nataru masyarakat sudah tidak kesulitan mendapatkan tabung gas elpiji 3 Kg.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Perdagangan Dinperindag Purbalingga, Agung Widianto. Pihaknya mengusulkan tambahan sebanyak tiga kali lipat. Sebab penambahan kebutuhan harus diimbangi dengan stok yang mencukupi.
“Stok harian saat ini 26.660 tabung,” ujarnya.
Jika disetujui Pertamina maka Purbalingga akan mendapatkan kiriman sejumlah 79.980 tabung elpiji 3 kilogram. Biasanya, tambahan kiriman sudah mulai dilakukan beberapa hari menjelang Nataru. Penambahan itu juga akan melihat situasi mendatang. Namun prinsipnya jangan sampai terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram. Karena meski masih masa PPKM, namun kebutuhan masyarakat pada tabung tersebut sangat fluktuatif.
“Kalau stok saat ini belum ada laporan kekurangan. Harapannya aman sampai ada penambahan kuota 3 hari kerja. Permintaan bisa tinggi karena masih ada pemberlakuan tidak boleh mengadakan acara peringatan tahun baru dan lainnya. Jadi banyak di rumah dan penggunaan elpiji bisa naik di beberapa sektor,” kata dia.
Terpisah, Koordinator Agen Elpiji 3 Kilogram Kabupaten Purbalingga, DPC Hiswana Migas Banyumas Hendi membenarkan adanya usulan penambahan itu. Pihak yang mengusulkan harus Pemkab Purbalingga melalui Dinas terkait.
Sementara itu, konsumsi elpiji 3 kilogram sektor rumah tangga di Kabupaten Purbalingga naik pada masa PPKM. Namun kini berangsur ada perubahan, kebutuhan tetap bisa dipenuhi.
“Kenaikan ini karena banyak masyarakat menghabiskan waktu di rumah saja dengan memasak. Sebaliknya, konsumsi elpiji di sejumlah warung makan dan PKL menurun drastis karena pemberlakukan PPKM, yang melarang makan di tempat,” kata Hendi.







