PURWOKERTO – Sebelumnya dikhususkan untuk pengelolaan kompos, dan dikelola langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Juli 2020 lalu.
Pengelolaan TPST 3 R Randu Makmur Hanggar Kedungrandu kini kembali melibatkan KSM, yaitu KSM untuk pengolaan sampah rumah tangganya, dan DLH untuk pengolaan kompos dan magot.
Dimana untuk pengolahan sampah rumah tangga di TPST tersebut, Wahidin kepala KSM Randu Makmur mengatakan, tiap harinya terdapat 30 kubik sampah rumah yang tangga yang masuk ke TPST.
“Tiap harinya sekitar 30 kubik, kita olah disini menghasilkan anorganiknya sekitar 6 kubik, clear 3 kubik, kemudian bubur kompos sekitar 3 kubik, midle 2 kubikan, dan RDF ini 1,5 kubikan dari itu,” katanya kepada Radarbanyumas.co.id, Selasa (27/4).
Dengan hasil olahan didominasi oleh bubur kompos dan midle.
“Sehingga kita masih tetap menghasilkan olahan cacahan itu yang paling banyak adalah bubur kompos dengan midle. Karena secara fisik RDF itu atau potongan plastik, secara fisik memang banyak menggunung, tetapi ketika kita hitung secara okupasi itu sedikit,” terangnya.
Sementara untuk residu dan dimusnahkan menggunakan pirolisis, menurutnya terdapar 3 kubik residu.
“Kalau yang residu itu kita tiap harinya kurang dari 3 kubik yang dimusnahkan melalui pirolisis. Apalagi perbedaannya dengan yang dulu, kami sekarang dilengkapi dengan sarpras yang memadai, salah satunya adalah pirolisis dan alat-alat lain, konveyer dan mesin pencacah itu beda dengan yang tahun awal,” pungkasnya. (win)







