BANYUMAS – Tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Arjun (9), bocah yang tenggelam di Sungai Tajum, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu (28/2/2026). Pencarian hari kedua yang dilakukan Minggu (1/3/2026) dipastikan nihil.
Amin Riyanto, Komandan Tim Rescue BASARNAS, menjelaskan bahwa timnya membagi personel menjadi tiga Satuan Rescue (SRU) untuk memaksimalkan pencarian. SRU 1 fokus melakukan penyelaman di lokasi terakhir korban terlihat menggunakan teknik search line A to B dengan radius 50 meter. SRU 2 menyisir sungai sejauh 1 kilometer dengan teknik body rafting, sementara SRU 3 memanfaatkan drone untuk memantau aliran sungai sejauh 13 kilometer.
“Kendala utama di lapangan adalah jeram dan debit sungai yang meningkat akibat hujan di wilayah hulu. Ini menjadi tantangan berat bagi tim,” ungkap Amin saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Insiden nahas ini bermula saat Arjun, warga Desa Bantar, Kecamatan Wangon, sedang asyik memancing di tepi Sungai Tajum. Diduga korban terpeleset dan langsung terseret arus deras. Laporan warga diterima sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung diteruskan ke Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Banyumas.
Meski pencarian hari kedua belum membuahkan hasil, tim SAR gabungan memastikan operasi akan dilanjutkan ke hari ketiga. “Kami berharap survivor segera ditemukan,” tutup Amin.
Diberitakan sebelumnya, musibah menimpa seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Sungai Tajum, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Sabtu (28/2/2026) sore. Korban dilaporkan terpeleset dan tenggelam saat hendak memancing di sungai tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan, namun korban tak kunjung ditemukan. Laporan kemudia diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Cilacap melalui Unit Siaga SAR Banyumas. (Alri Johan)







