INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Hampir Dua Bulan Harga Telur Ayam Ras di Cilacap Anjlok, Ini Penyebabnya

Rabu, 6 Oktober 2021

Cilacap – Harga telur ayam ras di Cilacap sejauh ini terpantau anjlok. Diketahui harga telur ayam ras tersebut berkisar di angka 18 ribu rupiah per kilogramnya.

Kabid Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Titi Suwarni mengatakan, turunnya harga telur ayam ras di Cilacap diketahui sejak 16 Agustus 2021 dan terus merosot hingga saat ini di harga 18 ribu rupiah. Sedangkan harga normal telur ayam ras yakni sebesar 25 hingga 26 ribu rupiah per kilogramnya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Sudah hampir dua bulan ini harga telur ayam ras anjlok, sejak pertengahan Agustus lalu tepatnya. Bahkan sampai saat ini belum ada tanda-tanda harga telur akan normal kembali,” katanya kepada serayunews.com, Rabu (6/10/2021).

Sebenarnya, kata Titi, harga telur ayam ras sempat naik sebesar 2 ribu rupiah, menjadi 20 ribu rupiah per kilogramnya pada pertengahan September lalu, atau tepatnya pada 14 September 2021. Namun harga itu hanya bertahan selama dua hari, dimana pada tanggal 16 September, harga telur ayam ras kembali turun di angka 18 ribu rupiah dan bertahan hingga saat ini.

“Sempat naik bulan kemarin, namun hanya 2 ribu. Itu pun bertahan 2 hari saja, setelahnya turun lagi. Situasi ini memang membuat para pedagang dan peternak ayam petelur kerepotan,” ungkapnya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Selain stok yang masih melimpah, lanjut Titi menjelaskan, penyebab dari masih anjloknya harga telur ayam ras ini, juga adanya barang masuk dari sejumlah wilayah, seperti Kediri dan Kendal. Di sisi lain, produsen lokal juga sampai saat ini masih memiliki pasokan yang melimpah.

“Hal ini diperparah dengan berkurangnya konsumsi telur berskala besar, seperti hajatan dan sejenisnya. Karena selama PPKM kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dilarang dan itu sangat berpengaruh pada tingkat konsumsi telut,” jelasnya.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Awas Debitur Nakal, Leasing Bisa Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Tanpa Pengadilan

Selanjutnya

Raih WTP 5 Kali Berturut-turut, Bupati Kejar DID Untuk Tambahan APBD

TERBARU

Gemilang! Perbakin Banyumas Raih 3 Emas di Kejuaraan Menembak Nasional

Gemilang! Perbakin Banyumas Raih 3 Emas di Kejuaraan Menembak Nasional

Senin, 2 Februari 2026

Mediasi Konflik Lintas Desa di Banyumas Dimulai, Kesepakatan Damai Dicapai

Mediasi Konflik Lintas Desa di Banyumas Dimulai, Kesepakatan Damai Dicapai

Senin, 2 Februari 2026

Mediasi Sengketa Lahan Menara Teratai Belum Capai Kesepakatan, Pihak Diberi Waktu Dua Pekan

Mediasi Sengketa Lahan Menara Teratai Belum Capai Kesepakatan, Pihak Diberi Waktu Dua Pekan

Senin, 2 Februari 2026

POPULER BULAN INI

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Gemilang! Perbakin Banyumas Raih 3 Emas di Kejuaraan Menembak Nasional

Gemilang! Perbakin Banyumas Raih 3 Emas di Kejuaraan Menembak Nasional

Senin, 2 Februari 2026

Mediasi Konflik Lintas Desa di Banyumas Dimulai, Kesepakatan Damai Dicapai

Mediasi Konflik Lintas Desa di Banyumas Dimulai, Kesepakatan Damai Dicapai

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

Raih WTP 5 Kali Berturut-turut, Bupati Kejar DID Untuk Tambahan APBD

Siswa Tak Wajib Beli Seragam di Sekolah

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com