PURWOKERTO – Kabar gembira bagi civitas akademika Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Ruang baru yang menggabungkan konsep co-working space, kuliner, dan pembelajaran kewirausahaan, Griya Cendekia by Pringsewu, dijadwalkan akan resmi dibuka, 31 Maret. Berlokasi strategis di kompleks Rektorat, fasilitas ini hadir sebagai upaya konkret memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.
Hadirnya Griya Cendekia menandai sinergi ketiga antara Unsoed dan Pringsewu Group. Sebelumnya, kolaborasi keduanya telah melahirkan PBL FEB yang kini bertransformasi menjadi Culinary Business Academy, serta Kandang Kopi di Fakultas Peternakan.
Bukan Sekadar Kafe, Ini Pusat Kolaborasi Mahasiswa
Manager Marketing Pringsewu Group, Imam Fitriono, menekankan bahwa Griya Cendekia didesain bukan sekadar sebagai tempat nongkrong biasa. Fasilitas ini mengusung konsep ruang multifungsi yang terintegrasi langsung dengan aktivitas akademik mahasiswa.
“Konsep yang kami tawarkan sangat berbeda. Aktivitas di kafe kampus ini bahkan bisa dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) mata kuliah, hingga 12 SKS. Jadi, mahasiswa tidak hanya datang untuk bersantai, tapi juga melakukan pembelajaran praktik kewirausahaan secara nyata,” ujar Imam.
Griya Cendekia diproyeksikan menjadi ‘Unsoed Hub Space’, sebuah area terbuka yang inklusif bagi siapa saja untuk belajar, berdiskusi, hingga menyelenggarakan berbagai event.

Arsitektur Joglo yang Nyaman dan Futuristik
Secara visual, bangunan Griya Cendekia menampilkan keunikan tersendiri dengan mengusung arsitektur rumah Joglo yang hangat dan terbuka. Imam meyakini konsep ini akan memberikan suasana nyaman sekaligus inspiratif bagi para pengunjung.
“Siapa pun yang datang ke sini akan merasa segar dan tercerahkan karena konsep bangunannya yang terbuka dan sangat mendukung semangat kolaboratif,” tambahnya.
Fasilitas ini terdiri dari bangunan utama dua lantai dan satu pendopo terpisah, dengan total kapasitas menampung hingga 200 orang. Area lantai bawah telah dilengkapi pendingin ruangan (AC) untuk kenyamanan optimal, sementara pendopo menawarkan ruang fleksibel untuk kegiatan seperti live music, diskusi publik, hingga event komunitas mahasiswa.
Menu Khas Pringsewu dengan Harga Ramah Mahasiswa
Griya Cendekia akan beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Menu yang ditawarkan sangat beragam, memadukan minuman kopi kekinian dengan makanan khas andalan Pringsewu Group.
Beberapa menu unggulan yang patut dicoba antara lain sop iga, pepes bandeng, serta aneka pilihan kopi. Harga yang ditawarkan pun dipastikan sangat terjangkau bagi kantong mahasiswa. Minuman seperti americano dibanderol mulai dari Rp7.500, sementara menu makanan seperti nasi telur ati ampela bisa dinikmati mulai dari Rp10.000.
Mendorong Ekosistem Entrepreneurship Unsoed
Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa kepemilikan bangunan sepenuhnya berada di tangan Unsoed, sementara Pringsewu Group berperan sebagai aktivator ruang melalui berbagai program kreatif.
“Langkah ini sejalan dengan fokus Unsoed yang sedang gencar mendorong kewirausahaan (entrepreneurship) di kalangan mahasiswa. Dengan partisipasi aktif mahasiswa dan pendampingan dari dosen, ruang ini dipastikan akan benar-benar hidup dan produktif,” terangnya.
Selain menjadi pusat berkumpul harian, Griya Cendekia juga diproyeksikan menjadi pusat aktivitas saat momentum besar kampus, seperti perayaan wisuda, serta lokasi favorit bagi kegiatan mahasiswa dari berbagai fakultas, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum.
Kehadiran Griya Cendekia by Pringsewu diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan tempat bersosialisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi katalisator bagi tumbuhnya generasi wirausaha muda dari kampus Unsoed. (Angga Saputra)








