BANYUMAS – Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyumas menggelar penyuluhan bahaya narkoba di kalangan pelajar. Kegiatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) itu berlangsung di SMA Negeri 1 Sokaraja, Selasa (5/5/2025) siang.
Puluhan siswa antusias mengikuti sesi interaktif yang berlangsung selama dua jam, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.
200 Siswa Diberi Pemahaman Jenis Narkoba hingga Sanksi Hukum
Sebanyak 200 siswa dan siswi hadir dalam penyuluhan tersebut. Mereka mendapat materi komprehensif tentang jenis-jenis narkoba, dampak negatif bagi kesehatan, serta konsekuensi hukum bagi pengguna maupun pengedar.
Petugas Satresnarkoba menyampaikan materi secara interaktif. Tujuannya agar para pelajar tidak hanya mendengar, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi.
Hadir dalam kegiatan itu Wakasatresnarkoba Iptu Agung Setiawan, KBO Satresnarkoba Ipda Agung Prasetiyo, S.H., Kepala SMA N 1 Sokaraja Saidan, S.Pd., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Syafrial Farizal, S.Pd.
Kepala Sekolah: Edukasi Ini Benteng Diri Siswa
Kepala SMA N 1 Sokaraja, Saidan, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai penyuluhan seperti ini sangat dibutuhkan di tengah maraknya peredaran narkoba yang menyasar remaja.
“Edukasi seperti ini sangat penting agar siswa memiliki benteng diri sejak dini,” ujar Saidan.
Menurutnya, kerja sama antara sekolah dan kepolisian harus terus ditingkatkan untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap bersih dari narkoba.
Kapolresta: Sinergi dengan Sekolah Kunci Utama
Di tempat terpisah, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penyuluhan serupa akan terus digencarkan. Ia menyebut strategi preventif ini sebagai garda terdepan memutus mata rantai narkoba.
“Sinergi antara kepolisian dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, khususnya di kalangan remaja. Kami ingin para siswa memahami bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga masa depan. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran diri,” tegas Kapolresta.
Siswa Lebih Waspada usai Ikuti Penyuluhan
Salah satu peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut materi yang disampaikan membuka matanya tentang risiko besar penyalahgunaan narkoba.
“Ternyata risikonya sangat besar, bukan hanya bagi kesehatan tapi juga masa depan. Kami jadi lebih waspada dan berkomitmen untuk menjauhi narkoba serta saling mengingatkan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Polresta Banyumas berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjauhi zat terlarang serta mempererat kerja sama dengan pihak sekolah dalam mendukung program P4GN.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






