PURWOKERTO – Seorang peserta demonstrasi flying fox di kampus UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (SAIZU) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami benturan keras akibat diduga gagalnya sistem pengereman wahana, Rabu siang.
Korban diketahui bernama Umi Nazelatu Maghfiroh (20), warga Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Ia merupakan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan pengenalan kampus yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Faktapala UIN SAIZU.
Kepala Unit Siaga SAR Banyumas, dalam keterangan tertulisnya, menyebutkan bahwa pihaknya menerima laporan kondisi membahayakan manusia pada pukul 12.15 WIB dari petugas Damkar Banyumas, Bagas.
“Kejadian bermula sekitar pukul 11.20 WIB. Saat itu, sedang berlangsung demonstrasi flying fox kepada mahasiswa baru. Diduga terjadi kegagalan pada sistem pengereman sehingga korban mengalami benturan,” ujar perwakilan USS Banyumas dalam rilis yang diterima redaksi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, satu tim rescue USS Banyumas diberangkatkan pukul 12.20 WIB menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 11,6 kilometer dari posko SAR. Tim tiba di titik koordinat 7°24’38.10″ Lintang Selatan dan 109°13’52.81″ Bujur Timur pada pukul 12.55 WIB.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan assessment awal, berkoordinasi dengan panitia dan pihak kampus, serta memberikan pertolongan pertama kepada korban. Proses evakuasi berlangsung cepat dan terkendali.
“Pada pukul 13.30 WIB, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RS Orthopaedi Purwokerto untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tambah petugas.
Setelah seluruh proses evakuasi dan penanganan awal selesai, tim SAR gabungan menggelar debriefing pada pukul 14.00 WIB. Operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan ditutup, dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.
Presiden Mahasiswa UIN SAIZU, Fajar Aji Pratama, saat dihubungi wartawan, menyampaikan bahwa korban telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan medis dan hanya diarahkan untuk menjalani rawat jalan.
“Alhamdulillah, sudah kembali dari rumah sakit dan hanya diarahkan untuk rawat jalan saja,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, Rabu (19/8/2026) merupakan hari terakhir rangkaian kegiatan pengenalan kampus, sehingga acara dinyatakan selesai dan tidak dilanjutkan.
Pewarta : Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra








