BANYUMAS – Minat anak untuk membaca buku masih tinggi. Hal ini tergambar pada pelaksanaan Festival Buku Anak Mandalatama yang berlangsung dua hari, Minggu dan Senin (15-16/9) di serambi Masjid Utsman bin Affan (UBA) Perum Griya Satria Mandalatama, Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat.
Festival dilakukan dengan cara memajang 200 judul buku bacaan bermutu bantuan dari Perpustakaan Nasional RI melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Sekedar informasi, TBM Teras Literasi sebagak penyelenggara acara, belum lama ini mendapatkan 1.000 bahan bacaan bermutu dari Perpusnas RI melalui program TPBIS.
Kegiatan literasi dua hari ini bekerjasama dengan Takmir Masjid UBA dan komunitas Read Aloud (RA) Banyumas. Peserta yang dilibatkan adalah anak usia TK dan siswa kelas 1 hingga 6 Sekolah Dasar (SD).
“Anak-anak perlu difasilitasi bacaan anak. Didekatkan buku kepada anak. Mereka masih suka membaca,” kata Hanan Wiyoko, penyelenggara acara sekaligus Ketua TBM Teras Literasi seusai acara Senin sore.
Pada pelaksanaan hari pertama, acara dimulai pukul 09.00 wib. Anak-anak diberi kebebasan memilih buku bacaan yang dipajang di rak dan ditata di panggung. Selama 60 menit, peserta dibebaskan membaca buku yang disuka.
Kemudian pukul 10.00 wib, pegiat Read Aloud, Junita tampil dengan membacakan buku berjudul ‘Gumpalan Sampah’. Saat cerita dibacakan, sekitar 40an anak duduk menyimak dan mengelilingi pembaca cerita.
“Anak-anak cukup antusias. Dan mereka mau tampil ke panggung membacakan buku yang sudah dibaca sebelumnya,” kata Junita, yang memiliki sertifikat sebagai pembaca cerita nyaring atau read aloud.
Antusias anak-anak terlihat dengan muncul lima peserta yang memberanikan diri tampil membacakan cerita di depan anak-anak lainnya. Kegiatan hari pertama ditutup dengan foto bersama para peserta dan pembagian ice cream yang dinanti anak-anak.
Kemudian pada hari kedua, Senin (16/9) acara dimulai bada salat ashar jamaah. Acara dilakukan dengan memajang buku bacaan di serambi. Kemudian beberapa anak yang biasa bermain di sekitar masjid mendatangi lapak buku dan memilih buku yang disuka.
“Aku sudah membaca tiga kali buku ini,” kata seorang peserta, Afis (8) menunjukkan buku ‘Odang dan Kapal Pinisi’.
Hanan menambahkan, acada festival buku anak tersebut merupakan upaya awal untuk mendekatkan buku bacaan kepada anak-anak. Menurutnya, agenda literasi akan dirutinkan dengan bekerjasama Takmir Masjid UBA di sela-sela acara ngaji TPQ dan sebulan sekali dalam bentuk festival.
“Saya juga berencana berkeliling mengunjungi TK atau tempat ngumpul anak-anak untuk menghidupkan kebiasaan membaca buku bacaan bermutu,” kata Hanan. Dia berharap, membaca bisa mengurangi anak dari ketergantungan bermain gadget dan menanamkan kemauan untuk belajar melalui membaca sebagai aktivitas yang mengasyikan.
Hanan Wiyoko untuk indiebanyumas


