PURWOKERTO – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Banyumas, Muh Erlangga Adinugraha (Erik), resmi dilantik pada Sabtu (3/10/2026) malam di Luminor Hotel Purwokerto. Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di wilayah Banyumas.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Ketua DPC Partai Gerindra Banyumas Ir. Budiyono yang keduanya duduk sebagai Dewan Pembina. Tampak hadir pula Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi, Dandim 071 Banyumas Letkol Inf Edward Samsosir, serta Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani yang juga menjabat Ketua DPC GEKRAFS Purbalingga.
Dari jajaran pengurus wilayah dan pusat, hadir Ketua DPW GEKRAFS Jawa Tengah Berty Diah Rahmana dan Ketua Umum DPP GEKRAFS Kawendra Lukistian. Turut menyertai jajaran Dewan Pakar seperti Arif Trianto dan Rachmat Imanda.
Bukan Awal dari Nol
Dalam sambutan pertamanya usai dilantik, Erik menegaskan bahwa kepengurusan ini bukanlah awal dari nol, melainkan kelanjutan dari gerakan yang telah digagas sejak 22 Januari 2019 di Jakarta.
“Kita sebenarnya bukan memulai sesuatu dari nol, tetapi meneruskan sebuah gerakan yang sudah dimulai dari 2019 dan membawa semangat itu ke Banyumas,” ujar wakil Ketua DPRD Banyumas ini.
Erik memaparkan bahwa potensi ekonomi kreatif Banyumas sangat luar biasa. Menurutnya, kreativitas tidak hanya terbatas pada seni atau dunia hiburan, tetapi juga mencakup kuliner, musik, event, otomotif, hingga digital.
“Ekonomi kreatif itu sederhana. Ketika sebuah ide kreativitas atau keterampilan bisa menghasilkan nilai ekonomi dan membuka peluang bagi orang lain, di situlah ekonomi kreatif bekerja,” jelasnya.
Ia juga menyoroti keberagaman latar belakang anggota DPC GEKRAFS Banyumas yang terdiri dari pengusaha gula, bengkel modifikasi, event organizer, musisi, pengelola creative space, hingga anggota DPRD dari berbagai partai politik.
“Dari berbagai profesi, berbagai pengalaman, bahkan mungkin berbeda pilihan politik. Tapi justru di situlah kekuatan kita,” tegas Erik.
Jangan “Amleng” Usai Pelantikan
Erik berpesan agar GEKRAFS Banyumas tidak berhenti hanya pada struktur kepengurusan atau acara pelantikan semata. Ia menggunakan istilah Jawa “amleng” untuk menggambarkan organisasi yang ramai saat pelantikan namun sepi kegiatan setelahnya.
“Harapan kita setelah malam ini, masing-masing bisa berkolaborasi untuk kegiatan ekonomi kreatif. Boleh dari bidang apa pun, selama itu untuk ekonomi kreatif Banyumas,” imbuhnya.
Sebagai Ketua Dewan Pembina, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono diharapkan dapat menjadi jembatan antara pelaku ekonomi kreatif dan pemerintah daerah. Erik menekankan bahwa pemerintah tidak bisa membangun ekonomi kreatif sendirian, begitu pula sebaliknya.
“Gekrafs bisa menjadi jembatan. Komunitas, swasta, pemerintah, dan stakeholder harus bertemu,” katanya.
Erik juga mengingatkan agar GEKRAFS tidak hanya datang ke pemerintah untuk meminta, tetapi harus membawa gagasan, program, dan solusi.
“Jangan cuma hal-hal yang pinta-pinta. Kita harus kreatif membawa gagasan. Insya Allah kalau kita membawa program dan solusi, eksekutif maupun legislatif akan menerima dengan baik,” ujarnya.
Program Kecil Berdampak Nyata
Sementara itu, Ketua DPW GEKRAFS Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, mendorong agar deretan program yang dieksekusi GEKRAFS tak melulu berukuran raksasa. Menurut penilaiannya, terobosan program sederhana namun sanggup mengucurkan dampak nyata justru teramat krusial untuk diwujudkan.
“Bikin program yang kecil tapi berdampak nyata. Memang kita keluarkan ide dan gagasan baru agar ekonomi kreatif berjalan dan berdampak,” kata Berty.
Ia pun membuka lebar keran kolaborasi lintas Dewan Pimpinan Cabang (DPC), termasuk sinergi antarpengurus di kawasan Banyumas Raya.
“Termasuk bisa saja kolaborasi antar-DPC Banyumas Raya,” ujarnya.
Empat Pilar GEKRAFS
Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa GEKRAFS merupakan rumah bersama yang mempertemukan aneka warna serta latar belakang. Ia memaparkan empat pilar utama GEKRAFS, yaitu literasi ekonomi kreatif yang optimal, lahirnya pengusaha-pengusaha baru yang mampu membuka lapangan kerja, pelestarian budaya dan kesenian, serta penguatan produk lokal.
Ia menyebut Banyumas sebagai wilayah yang luar biasa kaya akan potensi budaya dan kuliner.
“Banyumas ini luar biasa. Tanya di Indonesia, ada nggak yang nggak kenal getuk goreng? Mendoan Baturraden? Itu baru dari makanan. Kuliner, budaya, dan bahasa Banyumas punya ciri khas yang kuat. Itu bisa menjadi kekayaan budaya bahkan bagian dari tradisi berkomunikasi,” pungkas Kawendra.
Di sisi lain, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono turut menyoroti besarnya potensi ekonomi kreatif yang ada di wilayah Banyumas. Ia menyampaikan bahwa GEKRAFS sanggup menjadi payung pengayom bagi pelbagai kelompok dan organisasi lintas latar belakang, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).
“Gekrafs ini memang dari berbagai warna seperti dari Kadin, dari Hipmi,” kata Sadewo.
Menurut penjelasannya, salah satu potensi unggulan Banyumas terletak pada kriya kerajinan berbahan baku bambu dan kayu. Kendati demikian, ia menilai masih terdapat kendala pada aspek penyelesaian akhir atau finishing produk.
“Contoh kerajinan bambu dan kayu banyak di Banyumas, bentuknya sama tapi finishing-nya kurang baik,” ujarnya.
Sadewo menilai kehadiran GEKRAFS sanggup membantu memoles pelbagai potensi daerah yang sejatinya melimpah namun masih membutuhkan penajaman.
“Di Banyumas banyak potensi tapi masih kurang,” katanya.

Susunan Pengurus
Dalam helatan pengukuhan tersebut, GEKRAFS Cabang Kabupaten Banyumas turut memperkenalkan jajaran kepengurusan resmi yang bakal mengoperasikan roda organisasi.
Pada strata Dewan Pembina, posisi Ketua dijabat oleh Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M. Adapun dua anggota Dewan Pembina diisi oleh Ir. Budiyono serta Drs. Nungky Harry Rachmat, M.Si.
Sementara itu, susunan Dewan Penasehat diketuai oleh Drs. H. Bambang Priyono, M.Hum. Jajaran Dewan Penasehat beranggotakan Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., CIQar, CRA. dan Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc.
Pada jajaran Dewan Pakar GEKRAFS Cabang Kabupaten Banyumas, kepemimpinan dipercayakan kepada H. Rachmat Imanda, S.E., Ak. selaku ketua, didampingi Arif Triyanto, S.Sos.
Selanjutnya, posisi Wakil Ketua Umum dipercayakan kepada Arif Hendardi, S.E. Amanat Sekretaris Jenderal diampu oleh Lucky Fikri Mahardika, sedangkan posisi Wakil Sekretaris Jenderal dijabat oleh Willi Abi Setyo, S.IP.
Pada manajemen tata kelola keuangan, posisi Bendahara Umum diisi oleh Tati Irawati, A.Md., didampingi Friska Tri Wulandari, S.E. selaku Wakil Bendahara Umum.
Melalui peresmian struktur kepengurusan ini, GEKRAFS Banyumas diharapkan mampu menjelma ruang sinergi bagi para pelaku ekonomi kreatif dari beragam latar belakang.
Pelantikan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar pengurus, tamu undangan, serta para pelaku ekonomi kreatif Banyumas.
Angga Saputra








