INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Biasa Beromzet Puluhan Juta, Begini Nasib Pengrajin Layang-layang di Cilacap yang Sepi Pesanan

Minggu, 5 September 2021

Cilacap – Pandemi Covid-19 berkepanjangan membuat pengrajin layang-layang di Kabupaten Cilacap sepi pemesan. Sebab event besar seperti festival layang-layang tingkat nasional hingga manca negara belum bisa digelar karena masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Padahal di musim kemarau saat ini, biasanya para pengrajin bisa meraup untung hingga puluhan juta rupiah dari event tersebut.

Hal tersebut sangat dirasakan oleh Supriyanto, merupakan salah satu pengrajin layang-layang yang tinggal di Jalan Budi Utomo Kelurahan Sidakaya Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Semenjak pandemi Covid-19, nyaris tidak mendapat pesanan dibandingkan dengan tahun sebelum pandemi.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Menurutnya, sepinya pesanan disebabkan dampak dari PPKM, sehingga gelaran seperti festival maupun lomba layang-layang masih belum berjalan hingga saat ini, serta masih ditutupnya sejumlah obyek wisata.

Supri yang tidak hanya hobi bermain layang-layang, ia pun pandai membuat layang dengan berbagai bentuk dan ukuran, seperti bentuk burung, becak, naga, kantong, dan masih banyak jenis lainnya. Tak hanya itu, ia juga sering menerima pesanan layang bergambar foto pemesannya. Untuk harga jualnya pun bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah.

“Harga layangan foto ada yang Rp 10 juta, yang sedang ada yang Rp 8 juta, yang kantong kami pernah menjual sampai Rp 50 juta. Untuk naga ada yang tipe eksekutif dan ada yang biasa, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 15 juta, kadang yang pemula minta yang murah dulu,” ujar Supriyanto.

Sebelum pandemi, Supri bersama pemuda sekitar berjumlah 30 orang sempat membuat home industri karena mendapat banyak pesanan. Namun semenjak pandemi dan persaingan yang semakin ketat, produksi layang pun menjadi tersendat ditambah dengan sepinya pemesan, sehinga ia pun memproduksi sesuai pesanan yang ada, namun pemesan memilih harga yang murah.

“Harapan kami dari yang murah kemudian membeli yang mahal, karena tidak mejadi pengrajin semua, ada yang pemain dan kebanyakan cat flyer,” ujarnya.

Para pengrajin berharap pandemi segera berakhir sehingga ajang kegiatan besar seperti fetival dan lomba layang tingkat nasional bahkan manca negara pun bisa digelar untuk meningkatkan daya beli para penghobi layang-layang.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

KPK Temukan Bukti Tambahan Terkait Dugaan Korupsi Bupati Banjarnegara

Selanjutnya

Rumah Sakit Tanpa Dinding, Ada Di RSK Purwokerto

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Realisasi Pembiayaan APBN 2026 Tembus Rp164,2 Triliun, Wamenkeu: Masih Terkendali

Realisasi Pembiayaan APBN 2026 Tembus Rp164,2 Triliun, Wamenkeu: Masih Terkendali

Rabu, 11 Maret 2026

Cerita Pilu Wali Murid di Banyumas: Menu MBG Anak Disebut Hanya Lele Rebus, Tempe Mentah hingga Minuman Asam

Cerita Pilu Wali Murid di Banyumas: Menu MBG Anak Disebut Hanya Lele Rebus, Tempe Mentah hingga Minuman Asam

Rabu, 11 Maret 2026

Bukan Cuma Ngaji, Santri Kini Wajib Jago Olahraga! Ini Kata Menag

Kemenag Luncurkan e-Learning ASN Berintegritas Bersama KPK

Rabu, 11 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Selanjutnya

Rumah Sakit Tanpa Dinding, Ada Di RSK Purwokerto

Cegah Abrasi, Warga Tambakreja Cilacap Tanam 500 Pohon Mangrove di Sekitar Perairan Nusakambangan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com