BANYUMAS, Indiebanyumas.com – Distribusi paket Sembako yang terdiri dari sedikitnya 4 komoditi bahan pangan dalam Program Bantuan Non Tunai yang disebut Program Sembako, sebagian besar mulai disalurkan kepada KPM di beberapa desa, Jumat (16/12).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan H Anang Agus Kostradiharto mengingatkan kepada jajaran tim koordinasi di tingkat kecamatan agar lebih giat lagi dalam menjalankan pengawasan.
“Saya menyampaikan kepada pimpinan Forkominda agar dalam pendistribusian terakhir yang tersisa dua periode dan ada empat paket untuk keluarga penerima manfaat, supaya bisa lebih optimal dalam hal pengawasan mengenai kualitas komoditi bahan pangan yang diterima rakyat,” tegas anggota Komisi 3 yang membidangi antara lain tentang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat itu.
Apa yang disampaikan Anang diharapkan bisa langsung secara cepat ditindaklanjuti supaya dalam penyaluran paket Sembako terlaksana tepat.
“Tepat waktu, tepat sasaran dan tepat dalam pelayanan berkaitan dengan kualitas yang diterima oleh KPM,” kata wakil rakyat satu-satunya dari Kecamatan Cilongok ini.
Baca Juga : Kejari Purwokerto Jebloskan Pembobol Bank Jateng Rp1,8 Miliar ke Rutan Banyumas
Anang menyampaikan hal ini usai dirinya menerima informasi yang datang dari elemen masyarakat serta rekan media massa yang mendapati beras sebagai komoditi yang bisa disebut komoditi utama program sembako berkualitas jelek.
Temuan itu terjadi di Dusun Kembang Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok ketika e warong di sana hari Jumat ini mendistribusikan 4 paket sembako sekaligus kepada 90 KPM.
“Kualitas berasnya memang jelek, saya melihat dalam satu karung broken bahkan sampai sudah seperti jenis menir tetap dibagikan,” katanya.
Pihaknya akan melakukan langkah lanjutan untuk memantau di seluruh pelosok desa, karena kebetulan jadwal distribusi tak hanya berlangsung hari ini.
“Cilongok menjadi barometer dalam proses distribusi program sembako mengingat jumlah KPM-nya mencapai 19.000 lebih, terbanyak di Banyumas,” kata Anang.
Di agen e Warong milik Listiani di Dusun Kembang Desa Pernasidi itu, total paket yang disalurkan sebanyak 3600 paket yang tercatat untuk penyaluran pada periode November-Desember serta dua paket yang disebutkan agen adalah bonus.
“Untuk beras kami jual Rp. 9600 per Kg dari harga beli ke suplier Rp 8.700 per Kg. Ada perubahan untuk komoditi lain, yaitu adanya ayam sebagai pengganti daging sapi meski ini bukan berarti daging sapi kini telah tergantikan akan tetapi ada kuota baru untuk daging ayam, dan memang KPM juga menginginkannya, ” katanya.
Baca Juga : Kecelakaan Maut di Jatilawang, Motor vs Truk, Ini Kronologinya
Dari pantauan indiebanyumas.com, sejak pukul 07.00 WIB e warong di dusun tersebut sudah ramai antri KPM yang sebagaian besar diwakili kaum wanita. Mereka mengambil jatah hak paket Sembako sesuai dengan keinginan dalam memilih komoditas.
“Saya memilih ayam, karena sapi kan sudah sering. Tidak masalah bagi saya untuk jenis protein hewani menjadi daging ayam, karena saya pribadi serta keluarga gemar menyantap daging ayam,” ungkap Turminah, salah seorang PKM.
Warga lain, yang juga dari kaum hawa mengaku tidak ada persoalan ketika ada pilihan untuk memilih daging ayam atau sapi.
Penulis:
Angga Saputra





