JAKARTA – Sejumlah anggota DPRD Banyumas menyoroti kesiapan daerah dalam menyambut rencana pengembangan kawasan industri. Hal itu disampaikan dalam audiensi dengan Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (25/11/2025).
Forum dialog dengan kementerian tersebut digelar untuk memastikan bahwa Banyumas tidak sekadar mengejar label kawasan industri, tetapi benar-benar memiliki perencanaan matang.
Anggota Komisi 3 DPRD Banyumas, Wawan Yuwandha SP mempertanyakan apakah Jawa Tengah memiliki dokumen regulatif dan teknis yang dapat menjadi acuan daerah dalam menyiapkan kawasan industri.
“Di Jawa Tengah memang selalu menjadi prioritas pemerintah pusat. Tapi apakah ada dokumen resmi yang mengatur pengembangan teknologi industri dan peruntukan kawasan? Karena kalau bicara kemampuan daerah dalam menyiapkan area industri, itu sangat terbatas. Banyak syarat yang harus dipenuhi dan tidak semuanya bisa dilakukan begitu saja,” ujarnya.
Wawan juga menyinggung fenomena kawasan industri yang ujug-ujug ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) tanpa kesiapan memadai, serta keberadaan kawasan industri swasta yang justru menimbulkan masalah baru.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat-PAN-NasDem DPRD Banyumas, Iwan Supriyanto SH MH, menyoroti pengalaman daerah lain seperti Cirebon dan Cilacap yang pernah menghadapi kegagalan pengembangan kawasan industri.
“Selama ini Banyumas sering menggembar-gemborkan soal pentingnya investor swasta masuk untuk membangun kawasan industri. Tetapi kita juga melihat contoh di Cirebon dan Cilacap, di mana proyek-proyek itu berhenti dan terbengkalai. Ada konflik antara pemerintah dan pengusaha yang akhirnya membuat proyek gagal,” ujarnya.
Iwan menegaskan, Banyumas harus memastikan bahwa investor yang nantinya masuk benar-benar kompeten dan memiliki rekam jejak yang jelas.
“Kiat-kiat apa yang harus disiapkan Banyumas? Apa saja kesiapan yang harus dipenuhi agar investor yang masuk memang berkompeten di bidang kawasan industri?” tambahnya.
Dewan berharap pemerintah daerah belajar dari kegagalan daerah lain agar Banyumas tidak mengalami hal serupa, sehingga rencana pengembangan kawasan industri dapat berjalan realistis dan berkelanjutan. (Angga Saputra)


