![]()
BANYUMAS, indiebanyumas.com – Pemerintah sesuai rencana akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat pada awal bulan ini. Kementerian sosial (Kemensos) memastikan bansos tahun 2021 berupa Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bakal cair sebelum lebaran.
Di Kabupaten Banyumas, meski proses penyelidikan dalam dugaan penyelewangan dalam pendistribusian program Bansos Sembako masih terus lanjut, sebanyak 210.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tetap berhak menerima bantuan senilai Rp 200.000 tersebut pada awal Mei. Jadwal pelaksanaan pasti pelayanan kepada KPM dikabarkan sudah dipastikan akan berlangsung pada hari Rabu (6/5/2021).
“Soal kepastian waktu kami belum memperoleh berita resminya, informasinya sih begitu. Kami sendiri saat sekarang, sudah mempersiapkan hal teknis terkait e warong misalnya, untuk bersiap melakukan upaya cek administrasi guna persiapan dalam rangka penyiapan proses tersebut bersama dengan tim kecamatan,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaaan Masyarakat Desa (Dinsospermandes) Kabupaten Banyumas, Drs Widarso MM kepada indiebanyumas.com.
Dikatakan Widarso, program Bansos termasuk Bansos Sembako untuk masyarakat yang terdata sebagai pemerima, berkaitan dengan upaya dari Pemerintah pusat terkait rencana waktu pencairan yang dilaksanakan awal Mei bersamaan dengan penyalurah THR.
“Tujuannya untuk menggenjot daya beli dan konsumsi masyarakat,” kata Widarso.
Dikatakan Widarso, jadwal penyaluran maupun pencairan bansos yang dilaksanakan pada awal bulan ini memang diharapkan akan mampu meningkatan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan terjadi peningkatan sektor usaha di daerah.
Berkaitan soal data penerima bansos di Banyumas, Widarso mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap data calon penerima bersama dengan tim kecamatan yang dimotori oleh TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan). Mereka adalah seseorang yang diberi tugas, fungsi, dan kewenangan oleh Kementerian Sosial selama jangka waktu tertentu untuk melaksanakan dan/atau membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial sesuai dengan wilayah penugasan di kecamatan.
Soal data penerima bansos Sembako atau yang disebut dengan istilah KPM di Banyumas apakah sudah mengalami perubahan, Widarso menjawab, untuk hal tersebut pihaknya belum memperoleh informasi. Dengan begitu, dalam pelaksanaan penditribusian Bansos Sembako maka data KPM yang dipakai oleh Pemkab Banyumas bisa dipastikan masih mengacu pada hasil pendataan sebelumnya.
“Karena untuk hal itu saya belum memperoleh informasi,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pencairan bansos 2021 ini akan dirapel atau didobel untuk bulan Mei dan Juni 2021. Pemerintah berharap masyarakat penerima bisa menggunakannya untuk belanja jelang Lebaran dan mendorong daya beli serta konsumsi.
“Mei Juni akan diberikan sekaligus sehingga bisa digunakan untuk belanja untuk bisa merayakan Lebaran,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dikutip tirto.id.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, untuk pemberian bansos akan dilakukan pada awal bulan Mei dikarenakan ada libur lebaran pada bulan tersebut.
Menyusul adanya pemeriksaan kepada para penyedia bahan pangan Sembako oleh Tim Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, baik kepada para suplier maupun anggota DPRD Banyumas, kondisi yang terjadi di lapangan di tingkat e Warong (agen) kini menjadi semakin dinamis. Sejumlah penyedia bahan pangan dikabarkan tengah bergerilya untuk memperoleh dukungan dari e Warong yang sesuai Pedum Bansos Sembako 2020, punya hak mutlak memilih siapa suplier yang mereka inginkan.
Eskalasi dalam penguasaan wilayaah informasinya terjadi di Kecamatan Kemranjen, Sumbang dan Cilongok. Di wilayah terakhir, terdapat 57 e Warong dengan jumlah KPM terbanyak di Kabupaten Banyumas.
Sementara itu, terkait dengan proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh tim Dit Reskrimsus Polda Jateng terhadap sejumlah unsur yang terlibat dalam proses pengadaan bahan pangan Bansos Sembako, kasus tersebut hingga kini masih terus dalam penanganan. Informasi yang diperoleh indiebanyumas.com, komoditi yang tengah menjadi fokus penanganan saat ini justru mengarah pada tindakan monopoli untuk komoditi sayuran dan telur.
Indiebanyumas.







