INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Bansos Gate

Kamis, 29 Juli 2021

Hari-hari mencekam, menyebalkan. Yang sehat takut terpapar, yang terpapar takut mati, dan yang mati pun takut dimakamkan ala pemakaman Covid-19.

Paranoia menghantui hampir setiap kita. Saling menghindar bertatap sesama anggota keluarga, teman sejawat, atau dengan jemaat lain. Saling membatasi diri dan menjaga jarak. Sementara vaksin yang diharapkan sebaga pereduksi preventif belum diterima secara merata. Yang terpapar lebih takut lagi karena berita bombastis di media. Tentang penanganan di rumah sakit yang kedodoran, ketersediaan kamar rawat tidak mampu menampung pasien yang datang, serta aneka macam problematik susulan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Kalau bisa memilih, jangan mati di musim ini. Tak ada seremoni pemakaman lazimnya. Tanpa talqin dan liang lahat. Semua sama. Selembar kafan, berbungkus plastik tipis, dalam peti mati, putih. Ke mana handai-taulan yang ingin melepas untuk kali terakhir? Sepi.

Ada negara yang terseok, tertatih menangani pandemi. Vaksin disegerakan, rumah sakit ditambah kapasitas tempat tidurnya dengan tenda darurat, serta aneka bantuan tanggap darurat dikucurkan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Rakyat puas? Tidak. PPKM dari jilid satu sampai level empat diterapkan. Tapi resiko ekonomi yang ditanggung rakyat sungguh memilukan. Mengimbas semua lini, semua sektor usaha.

Ketika pemerintah mengucurkan bantuan tunai, tidak banyak masalah dalam pendistribusian. Karena langsung diterima oleh yang berhak, dan diberikan hak. Ada penyimpangan walaupun relatif kecil. Namun ketika bantuan yang tidak seberapa itu disalurkan dalam bentuk fisik sembako, maka terjadi penyimpangan disana-sini.

Jika benar sembako, maka harus melingkupi sembilan bahan pokok (beras, minyak, sayur, buah, gula, telur, garam beryodium, telur, dan daging). Ada petunjuk teknis tentang kualitas dan kuantitas barang. Ada pula petunjuk pelaksanaan tentang siapa pihak yang mendistribusikan ke masyarakat. Dua hal inilah yang potensi terjadi penyimpangan.

Naif dan tega kalau pihak yang ditunjuk untuk melaksanakan pendistribusian memanipulasi kuantitas dan kualitas barang. Situasi yang butuh empati semua pihak, diabaikan. Semua untuk kepentingan dan keuntungan kelompok.

Anjing selalu menunggu jatah makan dari tuannya. Tapi kucing yang jinak, berani mencuri ketika tuannya lengah. Maka ketika ada kasus bansos dimana-mana, sungguh itu tindakan biadab. Kelemahan penguasa menentukan mitra.

Penulis: ADSR ANGGA SAPUTRA
Pegiat Jurnalisme
Penanggungjawab indieBanyumas

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pengadaan Rumah Singgah di Banyumas Tunggu Anggaran Perubahan

Selanjutnya

Bakal Ikuti Bulupitu, Terminal Ajibarang dan Wangon Juga Direncanakan Menggunakan Pintu Otomatis dan Ada Asuransi Jika Kendaraan Rusak

TERBARU

Wisatawan Brebes Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan Meninggal Dunia

Wisatawan Brebes Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 25 Maret 2026

3 Tahun Tren Nikah di Bulan Syawal Meningkat, Kemenag Catat 667 Ribu Pasangan

3 Tahun Tren Nikah di Bulan Syawal Meningkat, Kemenag Catat 667 Ribu Pasangan

Rabu, 25 Maret 2026

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Rabu, 25 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Adisatrya Suryo Sulisto Bagikan 300 Paket Sembako untuk Perantau Banyumas-Cilacap di Jabodetabek

Adisatrya Suryo Sulisto Bagikan 300 Paket Sembako untuk Perantau Banyumas-Cilacap di Jabodetabek

Sabtu, 7 Maret 2026

Selanjutnya

Bakal Ikuti Bulupitu, Terminal Ajibarang dan Wangon Juga Direncanakan Menggunakan Pintu Otomatis dan Ada Asuransi Jika Kendaraan Rusak

Bupati Purbalingga mengajak pelaku pariwisata optimistis

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com