BANYUMAS — Ketua Harian Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Banyumas, Agus Supriyanto, menilai pengembangan olahraga di Kabupaten Banyumas masih menghadapi kendala klasik, terutama dari sisi anggaran.
Agus yang juga merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyumas tersebut menyampaikan, upaya peningkatan prestasi olahraga, khususnya bola voli, baru akan mulai digerakkan secara lebih terstruktur.
“Ini kita baru mau mengawali. Kendala kami memang klise, yakni anggaran. Organisasi apa pun kalau tidak punya anggaran ya akan jalan di tempat,” ujar Agus usai acara pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jateng cabang bola voli antar klub kelompok umur U-18 putra dan putri resmi digelar pada 9–12 April 2026 di GOR Satria Purwokerto, Kamis (9/4/2026)
Menurutnya, berbagai langkah akan ditempuh untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Di antaranya dengan menggali sumber pendanaan dari sponsor, dukungan pemerintah daerah, hingga pemanfaatan aspirasi melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
“Kita akan mencoba menggali anggaran, baik lewat sponsor, pemerintah daerah, maupun melalui aspirasi. Nanti kita lakukan secara bertahap untuk mendukung perkembangan olahraga, khususnya bola voli di Banyumas,” jelasnya.
Sebagai legislator, Agus juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kemajuan olahraga di daerah. Ia menyebut, selama ini perhatian terhadap atlet sudah menjadi bagian dari perjuangannya.
“Insya Allah dari dulu kami sangat komitmen dengan olahraga di Banyumas,” katanya.
Ia juga menyoroti fenomena atlet potensial yang kerap berpindah ke daerah lain karena minimnya dukungan di daerah asal. Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian serius ke depan.
“Ke depan kami berharap atlet-atlet berpotensi tidak hijrah ke daerah lain. Jangan sampai mereka keluar dari wilayah sendiri hanya karena kurangnya dukungan,” pungkasnya. (Angga Saputra)








