PURWOKERTO – Aksi Rakyat Banyumas (ARB) membuka donasi logistik untuk mendukung aksi penyampaian aspirasi yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 28 Oktober 2026. Donasi yang diterima berupa kebutuhan logistik, seperti bahan makanan dan air mineral. ARB menegaskan tidak menerima donasi dalam bentuk uang.
Pembukaan donasi tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk mendukung kebutuhan peserta selama aksi berlangsung. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat memberikan bantuan berupa barang atau kebutuhan konsumsi yang dapat dimanfaatkan oleh massa aksi.
“Langkah ini sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung penyampaian aspirasi terhadap sejumlah persoalan di Kabupaten Banyumas,” kata Ananto Widagdo, S.Pd., S.H.
Pada hari pertama, donasi yang sudah diterima berupa air mineral dari hamba Allah sebanyak 10 dus.
Ananto menambahkan, aksi ARB ini diharapkan juga mendapatkan dukungan dari seluruh elemen organisasi eksternal mahasiswa di Purwokerto. “Saya mengajak adik-adik mahasiswa untuk ikut peduli terhadap apa yang hari ini terjadi di lingkungan kita, di Banyumas,” ungkapnya.
Sebelumnya, ARB menggelar rapat konsolidasi dan pembagian tugas pada Sabtu (17/10/2026). Rapat yang dipimpin Ananto Widagdo tersebut menetapkan sejumlah isu utama yang akan diangkat dalam aksi, yakni penonaktifan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), pengelolaan aset Kebondalem, persoalan Masjid Seribu Bulan, serta perparkiran di Kabupaten Banyumas.
Isu kesehatan menjadi salah satu perhatian utama, terutama terkait penonaktifan kepesertaan BPJS PBI yang disebut berdampak terhadap sekitar 130.000 peserta. Selain itu, ARB juga berencana menyoroti persoalan layanan Trans Banyumas.
Sementara itu, persoalan aset Kebondalem akan diarahkan pada pertanyaan mengenai pengelolaan dan transparansi pemanfaatan aset. Adapun isu perparkiran dan Masjid Seribu Bulan akan disampaikan oleh perwakilan elemen masyarakat yang telah ditunjuk dalam rapat konsolidasi.
Untuk mendukung persiapan kegiatan, ARB menetapkan posko aksi di depan Menara Teratai, Purwokerto. Peserta dijadwalkan berkumpul mulai pukul 10.00 WIB, dengan pengaturan teknis pelaksanaan yang dikoordinasikan oleh panitia.
Ananto menegaskan, aksi tersebut merupakan wadah penyampaian aspirasi yang berangkat dari keresahan masyarakat, bukan untuk kepentingan politik tertentu.
“Kami pastikan bahwa aksi ini adalah aksi yang tidak ditunggangi kepentingan politik. Kita mengalir saja dari keresahan yang timbul di masyarakat, dari kebutuhan paling mendasar terkait kesehatan, sampai dengan persoalan-persoalan besar di Banyumas yang hingga kini masih belum ada titik solusinya,” tegas Ananto.
Melalui pembukaan donasi logistik ini, ARB berharap masyarakat yang memiliki kepedulian dapat turut mendukung kelancaran aksi. Bantuan dibatasi dalam bentuk barang kebutuhan logistik, terutama bahan makanan dan air mineral, tanpa penerimaan sumbangan uang.
ARB juga mengharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat menjaga ketertiban, berkoordinasi dengan baik, serta mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung. (redaksi)







