Husein : Bikin Karantina Khusus Ibu Hamil
PURWOKERTO – Melonjaknya angka kematian Covid-19 di Banyumas beriringan dengan tingginya angka kematian ibu (AKI) Covid-19. Data per minggu keempat Juli, AKI Covid-19 Banyumas menduduki rangking III se Jawa Tengah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Banyumas Agus Nugroho SIP MKes mengatakan, sampai dengan minggu ke-4 Juli, jumlah ibu hamil di Banyumas ada 13.607 orang. Dari jumlah tersebut 26,7 persen atau 3.642 orang diantaranya tergolong beresiko tinggi (Risti).
“Sejak Januari sampai minggu keempat Juli, angka kematian ibu (AKI) di Banyumas sebanyak 30 orang. 21 kematian diantaranya karena Covid-19,” katanya ketika ditemui Radarmas, Kamis (29/7).
Agus menjelaskan dari data laporan sementara, AKI seJateng sampai minggu keempat Juli sebanyak 606 orang, dan 58 persennya disebabkan karena Covid-19. Banyumas ada di rangking ketiga. “Tertinggi Brebes, kedua Grobogan,” terang dia.
Dia melanjutkan dari 30 kasus AKI di Banyumas, selain 21 orang disebabkan karena Covid-19, penyebab kematian lainnya 4 orang karena eklampsia, 1 pendarahan dan 4 berbagai penyebab lainnya.
“Penyebab lain dari kematian ibu hamil yaitu Diabetes Melitus, emboli air, ketuban, pneumonia dan penyakit jantung,” kata Agus.
Bupati Banyumas Ir Achmad Husein meminta dilakukan upaya pencegahan kematian ibu hamil. Salah satunya ibu hamil di Banyumas agar di antigen dan juga diberikan vaksinasi.
” Secara legal formal tanyakan ke dinas provinsi, dan kementrian kesehatan apakah bisa menggunakan sinovac, sambil menunggu informasi bahwa itu boleh,” katanya.
Selain itu, bagi ibu hamil yang positif Covid-19 ia meminta agar ditempatkan di tempat karantina khusus.
“Ibu hamil positif agar tidak menulari, kita isolasi saja. Ambil salah satu tempat karantina khusus untuk ibu hamil. Vitamin segera diberikan,” tuturnya.
Husein meminta untuk karantina dibikin SPP SOP untuk segala kemungkinan. Misal ada yang sudah mau bersalin harus dibawa ke rumah sakit, jadi SOP dirinci sehingga tidak ada salah tempat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto, angka kematian ibu hamil sudah mulai terlihat mulai bulan Juni.
“Mudah-mudahan bisa ditekan. Juli saja 20 yang meninggal. Juni mulai meningkat ada 4. Sebelumnya satu bulan itu hanya satu,” terangnya.
Dari jumlah tersebut ia sampaikan, sebanyak 23 kasus meninggal dalam kondisi hamil, 1 bersalin. Dan 6 sisanya saat sedang nifas.
“Kematian ibu mengalami kenaikan. Tahun kemarin cuma 11 satu tahun, ini baru setengah tahun sudah 30. Dari 30 itu yang 22 Covid-19, itu tidak terjadi disini saja,” kata dia.
Soal karantina khusus ibu hamil, pihaknya akan menyiapkan dalam waktu dekat. “Insha Allah Minggu ini kita siap,” jelasnya.
Sedangkan untuk vaksinasi bagi ibu hamil ia jelaskan diperbolehkan. Bahkan ia sebut sudah ada program dari pusat yang mengatur soal itu.
“Boleh. Sudah ada program Kementerian. Minggu ketiga bulan Agustus akan didrop vaksin moderna, untuk ibu hamil,” pungkasnya. (yda/aam)







