PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama KONI setempat mulai mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Ajang bergengsi ini akan digelar di Semarang Raya pada Oktober mendatang.
Banyumas akan mengirimkan kontingen berjumlah sekitar 543 atlet, pelatih, dan ofisial. Jumlah ini meningkat tajam dibanding Porprov sebelumnya yang hanya menurunkan 318 atlet.
Meski kondisi keuangan daerah tidak ideal, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memastikan pemerintah tetap memberikan dukungan anggaran. Namun ia mengingatkan, besaran anggaran tidak akan sama dengan Porprov sebelumnya.
“Prestasi harus tetap meningkat meski dengan keterbatasan dana,” tegas Sadewo dalam audiensi persiapan Porprov di Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (8/4/2026).
Dukungan Lintas Sektor Diminta
Bupati secara khusus meminta para pimpinan perguruan tinggi, kepala sekolah, kepala instansi, hingga pimpinan perusahaan untuk memberikan dukungan penuh kepada atlet dan pelatih.
Dukungan itu meliputi:
· Dispensasi waktu latihan
· Izin mengikuti training center (TC)
· Jaminan tidak ada pemotongan hak bagi atlet atau pelatih yang berstatus karyawan
“Kita harus mempermudah mereka. Kalau atlet meraih medali, sekolah juga ikut mendapat nama baik, daerah juga ikut terangkat,” ujarnya.
Perhatian Khusus untuk Atlet Pelajar
Sadewo juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan. Atlet yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa harus diberikan kemudahan agar latihan tidak mengganggu nilai akademik.
Ia mendorong sekolah, khususnya tingkat SMA/SMK, untuk mulai membuka kelas olahraga sebagai jalur pembinaan atlet sejak dini.
Target Kembali ke Peringkat 5
Ketua Umum KONI Banyumas, Arie Suprapto, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah koordinasi lintas lembaga. Tujuannya memastikan atlet dari sekolah, kampus, instansi pemerintah, maupun perusahaan swasta dapat berlatih tanpa hambatan administrasi.
“Seperti harapan Bupati, kami memasang target menaikkan peringkat pada Porprov 2026,” kata Arie.
Catatan prestasi Banyumas dalam dua Porprov terakhir:
· Porprov 2018: Peringkat 5 dengan 50 medali emas
· Porprov 2023: Peringkat 8 dengan 29 medali emas
Kendala Utama: Anggaran
Meski bantuan pokir DPRD cukup besar, Arie mengakui kebutuhan anggaran pembinaan kini jauh meningkat karena jumlah kontingen yang bertambah drastis.
“Kendala utama tetap soal anggaran pembinaan,” ujarnya.
Audensi yang berlangsung Rabu sore itu turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Agama, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, Dinporabudpar Banyumas, hingga organisasi olahraga seperti KORMI, NPCI, dan Solna.
Dari unsur perguruan tinggi, hadir perwakilan Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, serta UIN Saizu Purwokerto. Puluhan kepala sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK, termasuk sekolah berbasis pesantren dan boarding, juga turut hadir.
“Pelibatan sekolah dan swasta sebagai penyiapan rantai dukungan atlet secara menyeluruh, mulai dari pembinaan usia dini, penyediaan ruang latihan, hingga jaminan dispensasi,” pungkas Arie. (Angga Saputra)








