INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Kepala BPPKAD Cilacap: Target PAD Rp 1 Triliun Butuh Waktu

Senin, 10 Mei 2021

CILACAP – Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Cilacap yang baru dilantik menggantikan Subiharto yang pensiun, yakni Ahmad Fauzi dibebani Pekerjaan Rumah (PR) yang cukup berat, yakni merealisasikan misi Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji soal PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp 1 triliun.

Ahmad Fauzi menceritakan, soal target PAD Rp 1 triliun tersebut sudah ditanyakan sejak awal seleksi JPT (Jabatan Pratama Tinggi) oleh Sekda. Untuk menuju Rp 1 triliun menurut dia diperlukan pendataan, dan pemetaan terlebih dahulu.

“PAD Rp 1 triliun selesai satu tahun tidak mungkin. Kalau saat ini PAD kita kan pada Rp 700 miliar, jadi harus ada Rp 300 miliar lagi. Untuk ke sana pendataan penting, baru kemudian bisa mem-fixan kapan Cilacap bisa PAD Rp 1 triliun,” ujarnya, Minggu (8/5).

Untuk mencapai target tersebut, upaya yang akan dilakukan pihaknya diantaranya adalah peningkatan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dimulai dengan pendataan objek PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), yang dimulai dari luasan tanah, dan bangunan yang cukup dinamis.

“Kan bangunan banyak yang berubah, diperbesar, ini yang perlu dihitung secara riil,” terangnya.

Yang terjadi di lapangan, dia menjelaskan banyak selisih antara NJOP dengan harga di pasaran. Hanya pihaknya masih mengkaji lebih lanjut, apakah harga di pasaran bisa diterapkan langsung di NJOP atau tidak.

“NJOP yang ada di PBB dan di pasar itu jomplangnya cukup tinggi,” ungkapnya.

Untuk menerapkan harga pasaran dengan NJOP, BPPKAD akan membagi kepada tiga kategori. Mulai dari kelompok masyarakat miskin, masyarakat pekerja, dan industri. Tiga kelompok tersebut menurutnya tidak bisa diberlakukan pada satu tarif.

“Nanti ada kebijakan setelah dilakukan pemetaan. Harapan kami tidak memberatkan masyarakat, tetapi ada subsidi. Misal industri yang paling mahal yang secara tidak langsung akan mensubsidi kelompok masyarakat miskin,”

Selain meningkatkan NJOP, upaya menningkatkan PAD adalah digitalisasi pelayanan. Melalui digitalisasi ini, menurut dia resiko kebocoran bisa diminimalisir. “Pelayanan langsung kepada masyarakat diharapkan akan lebih mudah,” imbuhnya.

Soal ini, pihaknya menggandeng perbankan, dan ditargetkan sudah bisa dimulai tahun ini, supaya tahun 2022 sudah efektif bisa dijalankan. “Ini (digitalisasi pelayanan) untuk semua objek pajak,” jelasnya.

Selain itu, dari evaluasi pelayanan perpajakan, dia menambahkan, Pemkab tidak bisa mentarget pajak dan retribusi secara maksimal, tanpa perbaikan pelayanan dari pemerintah kepada masyarakat.

“Jangan sampai kita menaikan pajak atau retribusi, kemudian masyarakat keberatan. Dan keberatan masyarakat biasanya disebabkan karena pelayanan belum maksimal,” pungkas Fauzi. (nas)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Jelang Hari Besar Agama, Vihara di Banyumas Didisinfeksi

Selanjutnya

Kemenhub Izinkan Bandara Tunggul Wulung Pelatihan Terbang Malam secara VFR

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Kloter 74 Dilepas Bupati Sadewo, 1.338 Jemaah Banyumas Bertahap ke Tanah Suci

Kloter 74 Dilepas Bupati Sadewo, 1.338 Jemaah Banyumas Bertahap ke Tanah Suci

Sabtu, 16 Mei 2026

Percaya Janji Manis Proyek, Perempuan asal Mersi Rugi Rp280 Juta

Percaya Janji Manis Proyek, Perempuan asal Mersi Rugi Rp280 Juta

Jumat, 15 Mei 2026

Membaca Ulang Soemitronomics: Ekonomi sebagai Arena Pertarungan Nasib Bangsa

Soemitronomics: Antara Kapitalisme Global dan Amanat Konstitusi

Jumat, 15 Mei 2026

Selanjutnya

Kemenhub Izinkan Bandara Tunggul Wulung Pelatihan Terbang Malam secara VFR

Muhammadiyah tetapkan Idul Fitri 13 Mei

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com