![]()
Banyumas, indiebanyumas.com – Berat jika melarang masyarakat Indonesia untuk tidak mudik. Mudik telah menjadi budaya dan tradisi yang begitu kental bagi masyarakat, semua kalangan. Maka jika ada pelarangan mudik, harus ada alasan yang rasional yang dapat diterima oleh masyarakat.
Akan tetapi, opsi Pemerintah melarang mudik lebaran tahun ini merupakan langkah yang harus dilakukan untuk menekan mobilitas guna mengurangi penularan dan penyebaran Virus Covid-19.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga telah mengumumkan aturan larangan tersebut yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama asa Idul Fitri 1442 H/2021,
Larangan serta pengendalian penggunaan atau pengoperasian penumpang berlaku baik transportasi darat, laut, udara dan juga kereta api. Pengecualian dilakukan pada transportasi barang dan logistik, yang tetap akan beroperasi seperti biasa.
“Larangan penggunaan dan pengoperasian itu untuk semua moda transportasi mulai dari darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Dimulai dari tanggal 6- 17 Mei. Adapun untuk transportasi barang dan logistik tetap berjalan seperti biasa,” jelas Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, beberapa waktu lalu dikutip dari laman dephub.go.id.
Kebijakan pemerintah ini juga langsung ditanggapi Pemerintah Kabupaten Banyumas. Langkah strategis dirancang agar tidak ada pemudik yang bisa masuk ke wilayah Banyumas dengan cara melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan masuk bahkan jauh hari sebelum pelarangan masa mudik lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas Agus Nur Hadi SSos MSi mengatakan penyekatan dilakukan di enam ruas jalan perbatasan. Antara lain di ruas jalan wilayah Kecamatan Tambak yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen, di wilayah Somagede yang berbatasan dengan Banjarnegara, Sokaraja dan Kembaran yang berbatasan dengan Purbalingga, Ajibarang yang berbatasan dengan Kabupaten Brebes, dan Lumbir yang berbatasan dengan Kabupaten Cilacap.
“Tidak mudik, untuk Indonesia lebih baik. Ini harus kita jalankan dengan penuh kesadaran Ketika pandemi masih harus kita sikapi dengan berbagai upaya antisipati. Semuanya demi kebaikan bersama, demi Indonesia lebih baik,” kata Agus.







