INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Tahun Lalu Data Awal Terciptanya Mendoan Kurang Kajian, Kini Diajukan Lagi Jadi Warisan Budaya Sekaligus ke Unesco

Selasa, 27 April 2021

PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas sampai sekarang sudah menerima lima sertifikasi warisan budaya tak benda (WBTB), dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Meliputi Getuk Goreng, Calung, Begalan, Lengger, dan Gubrak Lesung.

Kepala Seksi Pengelolaan dan Pelestarian Tradisi Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Mispan mengatakan, tahun ini mengajukan lagi beberapa kuliner dan kebudayaan khas Banyumas, untuk mendapat sertifikat WBTB. Salah satunya yaitu mendoan tempe.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Tahun kemarin sudah mengajukan, tapi gagal karena kurang kajian akademis,” katanya.

Selain itu yang menjadi kendala saat ini juga dari data awal terciptanya mendoan tempe. Mispan menuturkan, pihaknya mencari referensi dari berbagai sumber. Namun belum dijumpai kapan pastinya.

Dari cerita-cerita berbagai Adipati, dan Kitab Centini ada penjelasan menyantap gorengan. Tapi tidak dijelaskan secara spesifik.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Kita butuh kepastian hukum, dan Mendoan Tempe Banyumas juga diusulkan ke UNESCO,” imbuhnya.

Tim penilai untuk usulan ke UNESCO, sudah mendatangi Desa Pliken. Sebagai sentra perajin mendoan tempe di Banyumas.

Mispan menuturkan, di Desa Pliken pas untuk validitasi data. Sebab per hari total membutuhkan 15 ton kedelai. Di 50 RT dan sembilan RW, dengan perajin di 640 rumah.

“Kalau Bulan Sura bisa tambah lagi, karena banyak acara yang menghidangkan mendoan tempe,” tuturnya.

Selain mendoan tempe, tahun ini Kabupaten Banyumas juga mengusulkan beberapa kebudayaan dan kuliner, untuk sertifikat WBTB. Meliputi Wayang Bawor, Ebeg, Kentongan, Legenda Kamandaka, dan Jenang. (ely)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Ingatkan Agar Tak Mudah Percaya Berita Hoaks, Kompol Agus: Bijaklah Bermedia Sosial

Selanjutnya

Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57, Rutan Banyumas Ikuti Upacara Virtual

TERBARU

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Selasa, 3 Februari 2026

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Selasa, 3 Februari 2026

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Selasa, 3 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57, Rutan Banyumas Ikuti Upacara Virtual

Ujicoba PTM Tahap II Ditunda Di SMPN 1 Purbalingga

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com