BANYUMAS – Kondisi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banyumas sepanjang 2026 tercatat sangat memprihatinkan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Dwi Irawan Sukma, S.STP., M.Hum., menyampaikan data terbaru per 5 November 2026 menunjukkan dampak bencana ini telah meluas ke berbagai pelosok wilayah.
“Sebanyak 121 desa/kelurahan di 25 kecamatan mengalami kekeringan. Selain itu, 31 fasilitas umum (fasum) turut terdampak akibat krisis air bersih ini,” ujar Dwi Irawan, Kamis (5/11/2026) dalam keterangannya kepada media.
Kekeringan juga memukul sektor rumah tangga. Sedikitnya 27.198 Kepala Keluarga (KK) dengan total 98.158 jiwa terdampak langsung. Mereka kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Menghadapi situasi itu, BPBD Kabupaten Banyumas bergerak cepat melakukan aksi tanggap darurat. Hingga awal November 2026, pihaknya telah melakukan 2.014 kali ritase atau pengiriman air bersih ke titik-titik krisis.
“Total air bersih yang telah kami distribusikan kepada masyarakat mencapai 10.140.000 liter,” kata Dwi Irawan.
Selain penyaluran air bersih, petugas gabungan terus bersiaga melakukan pemadaman karhutla yang melanda lahan dan hutan di wilayah Banyumas. Berbagai elemen, mulai dari personel BPBD hingga relawan, dikerahkan untuk memastikan api tidak meluas dan meminimalisir kerusakan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Banyumas mengimbau masyarakat tetap hemat air dan bijak dalam penggunaannya selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan titik api atau membutuhkan bantuan suplai air bersih.
84 Desa Sudah Tercukupi Air Bersih
Di tengah krisis yang meluas, Dwi Irawan menyebut 84 desa di sejumlah kecamatan sudah tercukupi kebutuhan air bersih. Data itu termuat dalam infografis bertajuk “Desa Sudah Tercukupi Air Bersih” yang diperbarui 5 November 2026.
“Wilayah yang tercakup meliputi Pekuncen, Purwokerto Selatan, Purwokerto Utara, Rawalo, Purwojati, Tipar, Kedungbanteng, Tambak, Somagede, Banyumas, Wangon, Cilongok, Sumbang, dan sejumlah kecamatan lainnya,” jelasnya.
Publikasi tersebut menjadi gambaran perkembangan penanganan kebutuhan air bersih di Banyumas, terutama di daerah yang sebelumnya menghadapi persoalan kekurangan air. BPBD Banyumas juga mencantumkan slogan pelayanan “Cepat, Tepat, Menyentuh Rakyat” dalam publikasi itu.
Meski demikian, status 84 desa yang tercatat telah tercukupi air bersih perlu dibaca sesuai kondisi dan periode pendataan. Ketersediaan air bersih tetap perlu dipantau untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.
Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra







