SEMARANG RAYA – Agus Triyadi membuktikan usia bukan penghalang untuk berprestasi. Atlet berusia 45 tahun dari PBJI Banyumas itu menyumbangkan medali perak cabang jiujitsu pada Porprov Jawa Tengah XVII 2026.
Agus tampil impresif hingga menembus partai final. Di perebutan emas, ia harus mengakui keunggulan atlet muda asal Salatiga.
Meski gagal meraih emas, pria yang akrab disapa Agus Tinju ini mengaku sudah berjuang maksimal. Baginya, menang dan kalah adalah bagian dari kompetisi yang harus diterima dengan lapang dada.
“Terima kasih atas kepercayaan dari pengurus dan juga doa yang terpanjatkan dari masyarakat Banyumas,” kata Agus, Kamis (29/10/2026).
Dukungan pengurus dan doa masyarakat, lanjutnya, menjadi motivasi tersendiri untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.
Perjalanan panjang di dunia bela diri
Prestasi ini bukan datang tiba-tiba. Agus memiliki perjalanan panjang di dunia olahraga bela diri. Sejak duduk di bangku SMA, ia mulai menekuni pencak silat, sebelum beralih berlatih tinju. Ketekunannya di cabang itu membuatnya akrab disapa Agus Tinju.
Tak berhenti di situ, ia juga berlatih Tarung Derajat hingga menjadi pelatih, kemudian menjajal seni bela diri campuran (MMA) serta mendalami wrestling atau gulat. Di tengah perjalanan tersebut, Agus terus mengasah kemampuan dengan berlatih jujutsu hingga akhirnya dipercaya mewakili Kabupaten Banyumas di Porprov Jateng XVII 2026.
Pengalaman, kedisiplinan, dan semangat bertanding itulah yang membuatnya tetap kompetitif di tengah persaingan atlet muda. Medali perak Agus pun menambah kontribusi PBJI Banyumas bagi kontingen Banyumas di Porprov Jateng XVII 2026.
Angga Saputra






