PURWOKERTO — Sebanyak dua narapidana tindak pidana terorisme di Lapas Kelas IIA Purwokerto resmi menandatangani Ikrar Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (28/10/2026). Momen itu menjadi penanda kesadaran dan komitmen warga binaan untuk kembali menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, dan semangat persatuan bangsa.
Ikrar tersebut bukan sekadar seremonial. Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Winarsо, menyebut penandatanganan ikrar sebagai awal perjalanan baru bagi para narapidana.
“Ikrar setia kepada NKRI bukanlah akhir dari sebuah proses, tetapi merupakan awal dari perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” ujarnya.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pejabat struktural serta sejumlah elemen terkait. Tampak hadir perwakilan Kanwil Kemenkumham Jateng, Densus 88 Antiteror, Kejaksaan Negeri Purwokerto, Kodim 0701/Banyumas, Balai Pemasyarakatan, Kantor Kementerian Agama, DPC Peradi SAI, hingga narasumber dari UIN Saizu Purwokerto.
Winarsо menjelaskan, merujuk UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, tujuan utama pembinaan adalah meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian warga binaan agar menyadari kesalahan dan tidak mengulangi tindak pidana. Khusus narapidana terorisme, pendekatan yang dilakukan memerlukan strategi berkelanjutan.
“Kami melakukan penguatan wawasan kebangsaan, pemahaman nilai-nilai toleransi, serta penanaman kesadaran untuk hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Lapas juga menekankan pendekatan humanis dalam pembinaan. Winarsо meyakini setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kesadaran dan keberanian saudara-saudara untuk mengambil langkah penting ini. Namun, perlu diingat bahwa komitmen terhadap NKRI tidak cukup hanya diucapkan melalui ikrar, melainkan harus dibuktikan dengan sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia berpesan agar warga binaan menjadikan momentum ini sebagai titik awal meninggalkan segala bentuk kekerasan, saling menghargai perbedaan, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan disebutnya sebagai kunci keberhasilan agar warga binaan dapat diterima kembali di tengah masyarakat.
“Lapas Kelas IIA Purwokerto berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pembinaan secara humanis, profesional, dan berkesinambungan, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Kalapas Purwokerto memberi pesan tegas soal nasionalisme.
“Kesetiaan kepada NKRI bukan hanya tentang janji yang diucapkan, tetapi tentang kesadaran untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan memilih jalan perdamaian demi masa depan bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan seruan penuh semangat kebangsaan: “NKRI Harga Mati!”
Pewarta: Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra








