BANYUMAS — Pemerintah Kabupaten Banyumas memaparkan sejumlah kebijakan
strategis dalam agenda konfrensi pers dengan tema “Penjelasan Isu Strategis Kabupaten Banyumas” di Ruang Joko Kaiman, Selasa (27/10/2026) pukul 10.00 WIB. Mulai dari parkir gratis di gerai ritel modern, penataan kawasan UMKM, pembangunan Masjid Raya, evaluasi UHC, hingga perluasan layanan Trans Banyumas, semuanya disampaikan langsung oleh Bupati Sadewo Tri Lastiono.
Parkir Gratis, Jawaban atas “Kota Sejuta Parkir”
Kebijakan parkir gratis di Indomaret dan Alfamart lahir dari keresahan masyarakat dan stigma negatif di media sosial yang menjuluki Purwokerto sebagai “Kota Sejuta Parkir”. “Banyak aduan masyarakat disampaikan melalui nomor pengaduan Dinas Perhubungan. Aduan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kenyamanan konsumen dan pengelolaan parkir di lapangan,” kata Sadewo.
PT Indomarco Tristama mengajukan permohonan parkir gratis pada 5 Januari 2026, disusul PT Sumber Alfaria pada 18 September 2026. Setelah sosialisasi dan kajian risiko, parkir gratis di Indomaret berlaku Maret 2026 dan di Alfamart Oktober 2026. Pemkab juga menerbitkan Perbup Nomor 8 Tahun 2026 yang mengembalikan tarif parkir seperti semula—motor Rp1.000 dan mobil Rp2.000—serta membagikan 1.000 rompi dan BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi 616 juru parkir. Mantan juru parkir kedua ritel dipastikan menempati titik baru atau beralih sektor.
Masjid Raya dan Relokasi 565 UMKM

Pembangunan Masjid Raya Purwokerto yang diusulkan sejak 2019 masih berlanjut. Setelah pembangunan tahap awal Rp17,18 miliar pada 2021–2023, hasil review desain menghasilkan RAB Rp78 miliar. Dana infak Baznas sebesar Rp2,98 miliar tersimpan di deposito dan tidak pernah digunakan.
“Pemkab berupaya mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PU, serta mengupayakan hibah antara lain dari Uni Emirat Arab dan Republik Islam Iran,” jelas Sadewo.
Dia menambahkan, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi disebut tertarik membantu, meski situasi geopolitik belum memungkinkan pengiriman dana besar.
Di sisi lain, 565 pedagang UMKM trotoar Jalan Bung Karno akan direlokasi ke tiga titik: Area Parkir Retensi (200 tenant), utara Pos Polisi (65 tenant), dan RTH Kedungwuluh (300 tenant). Pembangunan tenant dimulai 2026 dengan dukungan CSR Bank BNI Purwokerto, Baznas, dan pihak ketiga. “Konsepnya bukan sekadar memindahkan UMKM, tetapi menghadirkan ruang publik baru yang lebih layak,” ujar Bupati.
UHC Dievaluasi, Trans Banyumas Tembus 1,5 Juta Penumpang
Pemkab menganggarkan Rp87,14 miliar pada APBD 2026 untuk UHC, naik dari Rp56,5 miliar pada 2025. Evaluasi menemukan marjin error penetapan desil lebih dari 30%—sekitar 30% warga mampu masuk desil 1–4 dan 30% warga kurang mampu masuk desil 6–8. Banyumas pun diusulkan menjadi percontohan pembagian beban pembayaran BPJS bersama Kementerian Sosial. Warga yang terkendala administrasi dapat menghubungi Call Center Info KIS Banyumas via WhatsApp di 08139145272.
Sementara itu, Trans Banyumas mencatat lebih dari 1.518.894 penumpang sejak Desember 2021, didominasi pekerja (45%) dan pelajar/mahasiswa (40%). Setelah masa transisi APBN hingga April 2026, operasional periode 18 Oktober–31 Desember 2026 kembali ditanggung APBN melalui tambahan dana Rp10,8 miliar dari Kementerian Perhubungan. Banyumas juga terpilih sebagai satu dari 10 kabupaten/kota penerap sistem transportasi terintegrasi, dengan rencana perluasan rute dan optimalisasi PAD dari tapping box serta iklan di bodi bus.
“Kebijakan ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan masyarakat, dengan tetap memperhatikan pihak terdampak,” tegas Bupati.
Angga Saputra








