PURWOKERTO — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Uji Kompetensi Tahap 1 bagi sekitar 50 mahasiswa pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya kampus memperkuat kompetensi profesional sekaligus menyiapkan lulusan menghadapi dunia kerja.
Uji kompetensi memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk membuktikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai bidang kompetensi yang dipilih. Melalui asesmen ini, mahasiswa diharapkan tak hanya menguasai teori perkuliahan, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional.
Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan secara bertahap. Setiap peserta dipasangkan dengan asesor sesuai skema kompetensi yang diikuti agar proses penilaian berjalan berdasarkan kriteria dan standar yang relevan.
Sebelum mengikuti asesmen, peserta mendapat pembekalan melalui sesi pra-uji kompetensi yang menghadirkan dua asesor kompetensi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yakni Dr. Alisa Tri Nawarini dan Dr. Siti Zulaikha Wulandari. Sesi ini dimoderatori dosen Nur Azizah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses asesmen serta persiapan yang diperlukan. Pembekalan ini menjadi bagian penting untuk membantu peserta memahami tahapan pengujian dan mempersiapkan diri sesuai skema yang dipilih.
Pra-uji kompetensi melengkapi rangkaian persiapan yang telah dilaksanakan melalui Workshop Uji Kompetensi pada 8–9 Oktober 2026. Dengan persiapan berkelanjutan, mahasiswa diharapkan lebih percaya diri menunjukkan kemampuan dan memenuhi kriteria kompetensi yang dipersyaratkan.
12 Skema Kompetensi
Pada tahap pertama, LSP UIN Saizu mengujikan 12 skema kompetensi yang mencakup beragam bidang profesional, meliputi Okupasi Trainer, Funding Sales Representative, Pemberdayaan Masyarakat, Public Relation Officer, Pengelolaan Zakat, Pengembangan Perilaku yang Terkait Orang Lain, Analisis Kebijakan Publik, Pendampingan UMKM Madya Spesialis Manajemen Pemasaran, Penyaluran Peminjaman Pembiayaan Syariah, Pembelajaran SDM, Pelaksanaan Pendaftaran Cagar Budaya, serta Okupasi Tenaga Pendamping Operasional.
Keberagaman skema tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan menunjukkan kemampuan sesuai bidang yang diminati. Setiap skema memiliki ruang lingkup kompetensi tersendiri yang menjadi dasar dalam proses asesmen.
Melalui pendampingan asesor dan pengujian sesuai skema masing-masing, mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan yang diperoleh selama perkuliahan maupun melalui pengalaman belajar lainnya. Proses ini sekaligus menjadi kesempatan mengenali kesiapan diri dalam memenuhi standar kompetensi pada bidang profesional yang dituju.
Di tengah kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis, penguasaan kompetensi menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan lulusan perguruan tinggi. Pengetahuan akademik perlu didukung keterampilan praktis, sikap profesional, serta kemampuan menerapkan ilmu secara tepat dan bertanggung jawab.
Karena itu, uji kompetensi menjadi bagian dari upaya menjembatani pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia profesional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman mengikuti asesmen kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan karier setelah lulus.
Penyelenggaraan Uji Kompetensi Tahap 1 juga menegaskan peran LSP UIN Saizu dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa melalui proses sertifikasi sesuai skema yang dipilih. Persiapan melalui workshop, pembekalan pra-uji, dan pelaksanaan asesmen menjadi rangkaian yang saling melengkapi dalam membangun kesiapan peserta.
LSP UIN Saizu Purwokerto berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan potensi diri dan meningkatkan daya saing di dunia kerja. Dengan kompetensi yang relevan dan terukur, lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan profesional sesuai kebutuhan bidang masing-masing.
Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra






