BANYUMAS – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf berencana melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas. Salah satu agendanya adalah sosialisasi pengelompokan data sosial/kesejahteraan masyarakat atau Desil.
Rencana itu disampaikan saat Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menemui Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026). Kedatangan Sadewo dalam rangka konsultasi mengenai persoalan program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Banyumas yang terdampak carut-marutnya data Desil.
“Mensos rencana mau ke Banyumas. Nanti akan melakukan sosialisasi tentang Desil. Nanti mengumpulkan RT, RW, dan petugas input data. Karena Banyumas akan dijadikan percontohan untuk dilakukan survei ulang tentang pengkategorian Desil,” kata Sadewo melalui sambungan telepon, Senin sore.
Konsultasi dengan Mensos dilakukan karena program UHC bukan semata program Pemkab Banyumas. UHC merupakan sistem kolaborasi antara pemerintah pusat, pemda, dan BPJS Kesehatan.
Tujuan program ini adalah sistem jaminan kesehatan yang memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa kesulitan akibat biaya pengobatan.
“Nah, pemanfaatan program UHC ini berdasar pada Desil, sedangkan eksistingnya di lapangan kacau. Ada warga yang masuk desil 8, tapi setelah dicek ternyata masuk desil 3. Ada yang sebaliknya, tertulis desil 4 ternyata setelah dicek sudah layak desil 9 atau 10,” katanya.
Karena itu, pendataan ulang kelompok Desil akan dilakukan agar program-program bantuan pemerintah tepat sasaran, termasuk program UHC.
“Lagi dibikin sistem, namanya Perlinsos Digital. Pendataan ini nanti tidak hanya Kemensos, tapi kementerian terkait seperti ATR/BPN, termasuk Samsat. Nanti akan terintegrasi dengan data kepemilikan kendaraan bermotor,” ujarnya.
Sadewo berharap pembenahan data pengelompokan Desil bisa segera dilakukan, mengingat sejumlah program bantuan pemerintah penerimanya berdasar pada Desil.
“Kalau sudah clear data Desilnya, nanti kan beres. Nanti desil 1 sampai 4 full APBN. Tapi saya menyampaikan, dengan catatan data desilnya akurat dulu,” kata dia.
Selain konsultasi dengan Kemensos, Sadewo berencana berkomunikasi dengan kementerian terkait program UHC. Sebab, kemudahan akses layanan kesehatan menjadi salah satu program prioritas Pemkab Banyumas.
“Pokoknya saya akan terus berjuang untuk program ini, salah satunya dengan menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat,” katanya.
Sadewo menambahkan, selain membahas soal Desil, pertemuan tersebut juga membahas Anak Tidak Sekolah (ATS). Data ATS di Kabupaten Banyumas terus diperbarui hingga valid.
“Kemudian soal ATS, nanti dilakukan pendataan terus. Kemudian nanti ditawari untuk sekolah di sekolah rakyat,” kata Sadewo.
Sadewo berharap program kesehatan dan pendidikan masyarakat dari Pemkab Banyumas benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Angga Saputra







