BANYUMAS – Sebanyak 38 mahasantri Ma’had Aly Andalusia Banyumas mengikuti Munaqasyah atau sidang skripsi angkatan ketiga yang digelar pada 7–8 Oktober 2026. Munaqasyah menjadi tahap akhir studi sekaligus momentum bagi mahasantri untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian mereka di hadapan dewan penguji.
Mudir ‘Am Ma’had Aly Andalusia, KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam), menyatakan bahwa Munaqasyah merupakan bagian penting dalam proses pendidikan di Ma’had Aly. Mahasantri tidak hanya dituntut menyelesaikan penelitian, tetapi juga mampu menjelaskan dan mempertahankan hasil kajiannya secara ilmiah.
“Dari 38 mahasantri tersebut, sebanyak 22 orang merupakan mahasantri putra dan 16 mahasantri putri. Mereka mengikuti sidang dalam dua sesi setiap hari, yakni pukul 08.00–11.30 WIB dan 13.00–16.30 WIB di ruang Ma’had Aly Andalusia,” ujar Gus Anam.
Ia menjelaskan, Munaqasyah dirancang untuk menguji kesiapan akademik mahasantri setelah menjalani rangkaian pembelajaran. Karena itu, pengujian tidak berhenti pada isi skripsi, tetapi juga melihat kemampuan peserta dalam mempresentasikan, menjelaskan metodologi, hingga mempertahankan argumentasi ilmiahnya.
Gus Anam menambahkan, keterlibatan penguji eksternal menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas proses akademik. Mahasantri perlu mendapatkan pertanyaan dan penilaian dari perspektif keilmuan yang beragam agar kemampuan ilmiahnya benar-benar teruji.
Empat penguji eksternal yang hadir yakni Syaikh Mahmud Abdul Hamid Ali Yasin (utusan Al Azhar Mesir), Dr. M. Agus Salim, Lc., M.A., Prof. Dr. H. Tulus Musthofa, Lc., M.A., dan Dr. Sugeng Hariyadi, Lc., M.A. Mereka bersama penguji internal menguji 38 mahasantri yang mengikuti Munaqasyah angkatan ketiga.
Penilaian Munaqasyah mencakup lima aspek dengan bobot masing-masing 20 persen. Kelima aspek tersebut meliputi kemampuan presentasi, penguasaan sistematika penulisan, metodologi penelitian, hasil penelitian, serta kemampuan argumentasi.
Salah satu peserta, Qurrota A’yun, mengangkat penelitian berbahasa Arab berjudul Qurratu A’yun bagi Para Pencari Ilmu dalam Menjelaskan Jenis-Jenis Kata Mabni dan Mu’rab. Penelitian tersebut membahas jenis-jenis kata mabni dan mu’rab dalam kajian bahasa Arab.
Menariknya, nama Qurrota A’yun memiliki kemiripan dengan dua kata pertama judul penelitiannya, yakni قرة أعين (Qurratu A’yun). Menghadapi sidang, ia mengaku sempat merasa tegang karena harus mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan para penguji.
“Tentunya saya merasa deg-degan, takut nantinya tidak bisa menjawab, tapi saya tetap berusaha terlihat tenang karena dengan tenang kita bisa berpikir lebih jernih,” ujar Qurrota setelah keluar dari ruang Munaqasyah.
Munaqasyah angkatan ketiga tersebut menjadi penanda bahwa 38 mahasantri telah menyelesaikan tahap akhir perjalanan studi mereka di Ma’had Aly Andalusia. Melalui proses ini, mereka diharapkan memiliki bekal keilmuan dan kemampuan argumentasi untuk berkontribusi di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang keislaman serta bahasa dan sastra Arab.
Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra






