INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Ananto Widagdo Bacakan Surat Terbuka ke Presiden di Depan Kantor DPRD Banyumas, Soroti Aset Kebondalem Rp306 Miliar

Ananto Widagdo Bacakan Surat Terbuka ke Presiden di Depan Kantor DPRD Banyumas, Soroti Aset Kebondalem Rp306 Miliar

Ananto Widagdo, S.H., S.Pd., membacakan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia di depan Kantor DPRD Banyumas, Kamis (1/10). Dalam surat tersebut, ia menyoroti persoalan aset daerah Komplek Pertokoan Kebondalem Purwokerto yang disebut belum tuntas, dengan dugaan kerugian keuangan negara mencapai kurang lebih Rp306 miliar. (istimewa)

Kamis, 1 Oktober 2026

PURWOKERTO – Ananto Widagdo, S.H., S.Pd., membacakan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di depan Kantor DPRD Banyumas, Kamis (1/10/2026). Surat tersebut menyoroti persoalan aset daerah Komplek Pertokoan Kebondalem Purwokerto yang hingga kini belum tuntas.

Dalam surat terbuka itu, Ananto menyampaikan aspirasi dan kegelisahan masyarakat Kabupaten Banyumas terkait komplek pertokoan yang disebut sebagai aset Pemerintah Kabupaten Banyumas dan berada di lokasi strategis di tengah Kota Purwokerto.

“Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini kami gunakan untuk kembali meneguhkan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan, penegakan hukum, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Ananto saat membacakan suratnya.

Ia menegaskan, nilai-nilai Pancasila mengajarkan pentingnya keadilan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, akan semakin bermakna apabila diwujudkan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta menjunjung tinggi kepastian dan supremasi hukum.

Ananto mengungkapkan, persoalan aset Komplek Pertokoan Kebondalem telah berlangsung sejak sekitar tahun 2007 dan sampai saat ini masih menyisakan persoalan mengenai status, penguasaan, pengelolaan, pemanfaatan, serta kepastian hukum atas aset daerah. Aset tersebut memiliki luas ± 3 hektare dan dinilai strategis bagi kepentingan masyarakat Banyumas.

Sejak tahun 2019, kata dia, dirinya telah menyampaikan pengaduan kepada aparat penegak hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi dan dugaan kerugian keuangan negara dalam persoalan tersebut. Dalam pengaduan sebelumnya, kerugian negara diperkirakan mencapai kurang lebih Rp306 miliar.

“Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya berharap kepastian hukum,” tegasnya.

Dalam surat terbuka tersebut, Ananto memohon perhatian Presiden agar mendorong koordinasi dan pengawasan instansi berwenang terhadap enam hal. Pertama, status hukum dan administrasi Komplek Pertokoan Kebondalem sebagai aset Pemerintah Kabupaten Banyumas. Kedua, riwayat penguasaan, pemanfaatan, dan pengelolaan aset tersebut.

Ketiga, perkembangan pengaduan dugaan tindak pidana korupsi yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum sejak tahun 2019. Keempat, dugaan kerugian keuangan negara yang diperkirakan kurang lebih Rp306 miliar. Kelima, kejelasan perkembangan penanganan laporan atau pengaduan yang telah disampaikan. Keenam, penyelamatan serta pengelolaan aset daerah sesuai ketentuan hukum apabila berdasarkan pemeriksaan terbukti terdapat pelanggaran atau penguasaan yang tidak memiliki dasar hukum.

Ananto juga menyebut alasan khusus mengapa persoalan itu disampaikan langsung kepada Presiden. Menurutnya, Banyumas memiliki hubungan historis dan genealogis dengan keluarga besar Presiden melalui kakek beliau, Raden Mas Margono Djojohadikusumo, yang dimakamkan di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas.

Hubungan tersebut, lanjutnya, juga tercermin dari kunjungan Presiden ke makam kakek dan nenek beliau di Dawuhan pada 28 April 2026, serta pernyataan Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang menyebut dirinya sebagai orang Banyumas.

“Banyumas dalam surat ini bukan hanya sekadar simbol kedekatan, melainkan didasarkan pada hubungan keluarga dan sejarah yang terdokumentasi,” ujarnya.

Ia berharap, dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, hukum, keadilan, dan kepentingan rakyat benar-benar menjadi dasar dalam setiap keputusan dan tindakan penyelenggara negara. Ananto memohon Presiden berkenan memberikan perhatian dan meminta instansi berwenang agar persoalan Komplek Pertokoan Kebondalem Purwokerto memperoleh penanganan yang tuntas sesuai ketentuan hukum.

“Demikian surat terbuka ini kami sampaikan dengan itikad baik. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak Presiden, kami sampaikan terima kasih,” pungkasnya.

Pewarta : Angga Saputra
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Nurma Handika Eks Pegawai Mandiri Taspen Purwokerto Divonis 1 Tahun 10 Bulan

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Ananto Widagdo Bacakan Surat Terbuka ke Presiden di Depan Kantor DPRD Banyumas, Soroti Aset Kebondalem Rp306 Miliar

Ananto Widagdo Bacakan Surat Terbuka ke Presiden di Depan Kantor DPRD Banyumas, Soroti Aset Kebondalem Rp306 Miliar

Kamis, 1 Oktober 2026

Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Eks Pegawai Mandiri Taspen Menangis Minta Maaf ke Korban

Nurma Handika Eks Pegawai Mandiri Taspen Purwokerto Divonis 1 Tahun 10 Bulan

Kamis, 1 Oktober 2026

Somasi Tiga Kali Tak Berujung, Dua Mantan Karyawan Klinik Kecantikan Lapor Polisi

Somasi Tiga Kali Tak Berujung, Dua Mantan Karyawan Klinik Kecantikan Lapor Polisi

Kamis, 1 Oktober 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com