INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Penting, Perlunya Pelestarian Budaya Banyumasan

Penting, Perlunya Pelestarian Budaya Banyumasan

Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Hariyanto Bachrudin, memberikan sambutan dalam FGD "Ngrembug Basa Krama Panginyongan" di Purwokerto, Minggu (13/9). Ia mendukung upaya pelestarian Basa Panginyongan. (Dok. istimewa)

Senin, 14 September 2026

PURWOKERTO – Puluhan guru Bahasa Jawa menyepakati perlunya langkah konkret untuk menjaga Bahasa Banyumasan atau Basa Panginyongan dari ancaman kepunahan. Pasalnya, jumlah penutur bahasa daerah ini terus berkurang. Salah satu upaya yang dinilai penting adalah menumbuhkan rasa bangga dan tidak malu berbahasa Banyumasan.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Ngrembug Basa Krama Panginyongan” yang digelar di Purwokerto, Minggu (13/9) siang. Acara ini diinisiasi Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bambang Hariyanto Bachrudin (BHB), dan diikuti puluhan guru Bahasa Jawa.

Bambang Wadoro, Ketua Yayasan Seni Budaya Teater Tubuh Purwokerto, mengatakan bahwa FGD ini menjadi forum awal pertukaran ide antar guru Bahasa Jawa. Diskusi difasilitasi oleh wakil rakyat untuk membahas upaya pelestarian Basa Panginyongan, termasuk gagasan agar bahasa ini memiliki tingkatan krama.

“Acara ini sebagai forum awal diskusi antara guru Bahasa Jawa yang difasilitasi oleh wakil rakyat. Nantinya perlu langkah-langkah konkret pelestarian Bahasa Panginyongan,” kata Bambang Wadoro yang akrab disapa Bador.

Selain Bador, narasumber lain dalam diskusi ini adalah Suprapti “Ciprut”, penulis novel Banyumasan. Dalam kesempatan itu, Bador menekankan pentingnya rasa bangga terhadap Basa Panginyongan.

“Kita perlu bangga berbahasa Panginyongan, jadi jangan malu karena ini identitas budaya Banyumas,” ujarnya.

Sementara itu, Suprapti “Ciprut” menjelaskan bahwa Basa Panginyongan memiliki karakter egaliter, blak-blakan, dan demokratis. Artinya, setiap individu memiliki status sosial yang setara.

“Tataran tingkatan formal ugi informal teng Basa Jawa umum, ingkang lajeng dipun tepangi daning masyarakat Banyumas, jalaran ewah-ewahan kahanan budaya ugi sosial Jawa kamit thukul budaya Mataram Islam,” kata Ciprut yang sepanjang penyampaian menggunakan Basa Panyingongan.

Menanggapi diskusi tersebut, Bambang Hariyanto Bachrudin (BHB) menilai perlu ada pembahasan atau diskusi lanjutan. Ia juga mengakui Basa Panyingongan sebagai bahasa yang demokratis.

“Secara pribadi saya mendukung upaya pelestarian Basa Panyinyongan. Perlu dilakukan upaya komunikasi politik, kolaborasi para pihak di daerah penutur Basa Pangiyongan di lima kabupaten,” kata Bambang.

Diskusi yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.45 WIB itu berjalan gayeng. Sepanjang acara, peserta maupun narasumber menggunakan Basa Pangiyongan dalam bertutur. Di akhir acara, para audiens bersepakat perlunya Basa Panyinyongan memiliki basa krama.

Tim Redaksi

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

DELUSI KEMAJUAN PEMBANGUNAN DENGAN UTANG

Selanjutnya

Polresta Banyumas Kenalkan AI ke 120 Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Terungkap di Persidangan: Pemodal BBM Subsidi Setor “Atensi” Rp1 Juta per Bulan ke Oknum Aparat

Terungkap di Persidangan: Pemodal BBM Subsidi Setor “Atensi” Rp1 Juta per Bulan ke Oknum Aparat

Senin, 14 September 2026

Polresta Banyumas Kenalkan AI ke 120 Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto

Polresta Banyumas Kenalkan AI ke 120 Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto

Senin, 14 September 2026

Penting, Perlunya Pelestarian Budaya Banyumasan

Penting, Perlunya Pelestarian Budaya Banyumasan

Senin, 14 September 2026

Selanjutnya
Polresta Banyumas Kenalkan AI ke 120 Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto

Polresta Banyumas Kenalkan AI ke 120 Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto

Terungkap di Persidangan: Pemodal BBM Subsidi Setor “Atensi” Rp1 Juta per Bulan ke Oknum Aparat

Terungkap di Persidangan: Pemodal BBM Subsidi Setor "Atensi" Rp1 Juta per Bulan ke Oknum Aparat

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com