BANYUMAS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyumas menggelar gerakan pangan murah dan penyaluran bantuan bagi masyarakat kurang mampu, Kamis (10/9/2026). Kegiatan itu menjadi bentuk kepedulian institusi penegak hukum tersebut sekaligus upaya menjaga stabilitas harga di tengah tekanan inflasi dan dampak kemarau panjang.
Kepala Kejari Banyumas Bambang Sunoto mengatakan, kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan, termasuk para pengayuh becak yang dinilai turut terdampak kondisi ekonomi akibat kemarau berkepanjangan.
“Pada hari ini kami melakukan kegiatan gerakan pangan murah dan memberikan bantuan kepada para pengayuh becak. Program ini kami lakukan dalam rangka membantu mengatasi dampak inflasi,” kata Bambang.
Menurutnya, kemarau panjang turut memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat Banyumas. Kondisi itu dinilai semakin berat bagi warga yang mengandalkan penghasilan harian.
“Kemarau yang cukup panjang ini membuat masyarakat Banyumas terdampak. Karena Banyumas termasuk daerah perbukitan, para pengayuh becak juga sangat terdampak,” ujarnya.
Masyarakat Umum Dapat Harga Murah, Pengayuh Becak Dapat Kupon
Dalam kegiatan tersebut, Kejari Banyumas bekerja sama dengan Perum Bulog menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Langkah itu diharapkan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih murah.
Bantuan diberikan dalam dua skema. Masyarakat umum dapat menikmati harga murah, sedangkan para pengayuh becak menerima kupon sebagai bentuk bantuan khusus.
Bambang berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan Kejari Banyumas. Ia mengajak instansi dan lembaga lain turut hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial.
“Harapan kami kegiatan ini tidak hanya cukup di Kejari Banyumas. Instansi dan lembaga lain juga bisa berperan hadir di tengah masyarakat, sehingga masyarakat bisa terbantu dengan bantuan-bantuan seperti ini,” katanya.
Bukan Sekadar Momentum Hari Kejaksaan
Bambang menjelaskan, kegiatan sosial tersebut memang digelar setelah momentum Hari Kejaksaan. Namun, menurutnya, kegiatan itu bukan semata-mata berkaitan dengan peringatan hari kejaksaan.
“Pada intinya Hari Kejaksaan sudah lewat. Tetapi kami ingin hadir kepada masyarakat, bahwa masyarakat itu tidak sendirian,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun Kejaksaan memiliki tugas utama di bidang penegakan hukum, institusi tersebut juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Kami sebagai pelayanan masyarakat, meskipun di bidang sektor penegakan hukum, ingin berpartisipasi kepada masyarakat melalui gerakan-gerakan seperti ini,” katanya.
Selain gerakan pangan murah, Kejari Banyumas juga berencana menyalurkan bantuan tandon penampungan air di salah satu desa serta bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Bulog Jual Beras dan Minyak dengan Harga Terjangkau
Dalam kegiatan tersebut, Bulog turut menyediakan sejumlah komoditas pangan untuk masyarakat. Perwakilan Bulog, Ones Gita, mengatakan kehadiran Bulog merupakan bagian dari kegiatan sosial sekaligus upaya membantu menstabilkan harga pangan.
“Kami hadir di sini untuk kegiatan sosial dari Kejaksaan Negeri Banyumas. Kami menjual berbagai komoditas dengan tujuan menstabilkan harga,” kata Ones Gita.
Sejumlah komoditas yang disediakan antara lain beras SPHP dan minyak goreng. Beras SPHP dijual Rp57.500 per kemasan, minyak Rizqi Rp18.000, sedangkan Minyak Kita dijual Rp15.000.
Ones mengatakan, Bulog juga terus menjalankan gerakan pangan murah di sejumlah lokasi untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Untuk September ini insyaallah di beberapa tempat kami ada gerakan pangan murah, termasuk di sini,” ujarnya.
Gerakan pangan murah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjadi salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi dan dampak kemarau panjang.
Pewarta : Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra







