BATURRADEN – Suasana khidmat dan semangat kepramukaan terasa kuat di Lapangan Akrab, Desa Rempoah, Baturraden, Banyumas, pada Rabu (3/9/2026). Ratusan anggota Pramuka dari berbagai golongan memadati lokasi dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Baturraden.
Puncak acara ditandai dengan upacara bendera yang berlangsung dengan penuh disiplin. Pasukan Tunas Muda Kwarran Baturraden dipercaya menjadi petugas pengibar bendera merah putih. Dengan langkah tegap dan gerakan kompak, mereka sukses menjalankan tugasnya, membawa nuansa sakral dan membangkitkan rasa nasionalisme seluruh peserta.
Uniknya, upacara kali ini melibatkan peran aktif dari seluruh golongan Pramuka. Pembacaan Pancasila dipandu oleh Pramuka Pandega, Pembukaan UUD 1945 oleh Penegak, Dasa Darma oleh Penggalang, dan Dwi Darma dipercayakan kepada Pramuka Siaga. Keterlibatan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan dan regenerasi di tubuh gerakan Pramuka.
Upacara dipimpin langsung oleh Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah, selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Baturraden.
Digelar Usai Tanggal 14 Agustus, Ini Alasannya
Ketua Kwarran Baturraden, Muliana Prapmawati, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara peringatan Hari Pramuka tingkat ranting tidak digelar tepat pada 14 Agustus. Keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan arahan dari Mabiran.
“Pelaksanaan upacara Hari Pramuka di Kwarran Baturraden memang tidak tepat pada 14 Agustus karena berbagai pertimbangan dan saran dari Mabiran. Namun semangat dan antusiasme tetap luar biasa,” ujar Muliana saat ditemui di sela-sela acara.
Meski digelar beberapa waktu setelah tanggal peringatan nasional, antusiasme peserta justru terlihat membara. Kegiatan tidak berhenti pada upacara, melainkan dikemas menjadi ajang unjuk kreativitas dan keterampilan anggota Pramuka.
Pionering, Semaphore, Hingga Tari Rumekso Meriahkan Acara
Usai upacara, suasana semakin meriah dengan serangkaian penampilan keterampilan kepramukaan. Pramuka Siaga dan Pra Siaga tampil menggemaskan dengan aksi ceria mereka. Sementara itu, para Penggalang tampil lebih atraktif dengan demonstrasi pionering, kolone tongkat, tari semaphore, hingga pertunjukan Tari Rumekso yang memukau para undangan.
Berbagai atraksi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Kwarran Baturraden tidak hanya fokus pada kedisiplinan, tetapi juga pengembangan kreativitas, keberanian, dan kekompakan anggota.
Apresiasi untuk Pembina dan Gugus Depan Berprestasi
Di sela-sela acara, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada para pembina, pimpinan Saka, serta gugus depan yang berhasil meraih juara dalam berbagai lomba yang digelar sebelumnya. Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam memajukan kepramukaan di wilayah Baturraden.
Kehadiran Pasukan Tunas Muda yang kembali menjadi pusat perhatian menjadi simbol bahwa generasi muda Baturraden siap untuk terus bergerak, berkarya, dan mengabdi melalui semangat kepramukaan.
Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra








