PURWOKERTO — Ribuan pasang tangan terangkat ke udara. Lagu Poppies Lane Memory menggema, dinyanyikan serentak oleh belasan ribu penonton yang memenuhi GOR Satria, Minggu (30/8/2026) malam. Slank kembali hadir di Purwokerto setelah bertahun-tahun absen, dan kerinduan itu terbayar lunas.
Konser kota ke-9 dari rangkaian tur “Hey Slank Berani Kita Beda Tour” yang digagas Rokok HS itu dibanjiri Slankers dari berbagai wilayah. Tak hanya Banyumas Raya—Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, hingga Cilacap—mereka juga datang dari jalur pantura: Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, bahkan Lampung.
Salah satunya Dinar (28), warga Cilacap, yang mengaku sudah tiba sehari sebelumnya. “Pingin nonton festival musik, memang nungguin Slank manggung. Besok harus pulang Subuh karena ada toko (usaha) di Cilacap,” katanya antusias.

Di luar venue, suasana tak kalah semarak. Jalanan di sekitar GOR Satria yang memang dikenal sebagai surga kuliner kaki lima makin ramai dengan deretan pedagang. Parkir kendaraan roda dua maupun roda empat penuh sesak. Sementara di dalam, puluhan pelaku UMKM lokal dan Slankerspreneur turut memeriahkan dengan berjualan makanan, minuman, fesyen, hingga merchandise.
Slank Formasi Lengkap, Bawakan Belasan Lagu

Naik panggung pukul 22.00 WIB, Slank tampil dengan formasi lengkap: Abdee, Bimbim, Ivanka, Kaka, dan Ridho. Selama 1,5 jam hingga pukul 23.30, mereka membawakan deretan lagu hits: Terlalu Manis, Terlalu Pahit, Ku Tak Bisa, Orkes Sakit Hati, Mawar Merah, Tonk Kosong, Virus, hingga I Miss U but I Hate U.
Tak ketinggalan, lagu anyar Rakus dan Republik Fufufafa turut dikumandangkan sebagai kritik sosial yang konsisten mewarnai setiap penampilan Slank.
“Setelah belasan tahun, HS yang bikin Slank datang lagi ke Purwokerto. Hampir 1 tahun ini kita keliling silaturahmi ke tempat-tempat yang udah lama nggak kita datengin. Terima kasih HS, terima kasih buat temen-temen yang ngejar untuk nonton. Hanya orang-orang pemberani yang datang ke sini,” ujar Kaka dari atas panggung, disambut sorak ribuan penonton.
Di penghujung pentas, vokalis bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu sempat berinteraksi dengan penonton. “Mau ditambahin lagi nggak kotanya? Bilang ke HS tambahin 10 kota lagi. Tapi Slankers (yang merokok) mulai besok, ngerokoknya harus HS,” candanya.
Kolaborasi yang Lahir dari Pertemuan di Potlot
Saat sesi jumpa pers beberapa jam sebelum pentas, drumer Bimbim mengungkapkan awal mula kolaborasi dengan HS. “Setahun lalu kita ketemu Pak Haji Suryo di Potlot. HS tiba-tiba jadi kebanggaan lokal, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Akhirnya kita sepakat kolaborasi lewat konser,” ceritanya.
Owner HS, Muhammad Suryo, menegaskan gelaran konser ini tak sekadar hiburan. “Semua agar bisa merasakan manfaatnya, menghidupkan ekonomi kreatif lewat musik dan wirausaha,” ujarnya.
Menariknya, Suryo merespons langsung permintaan salah satu Slankers yang ingin dilibatkan dalam bisnis rokok HS, misalnya menjadi distributor. Ia pun meminta kepala distributor wilayah setempat untuk mengakomodir usulan tersebut.

Diapresiasi Bupati, Libatkan Musisi Lokal
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang turut hadir menyebut konser ini sebagai gebrakan luar biasa. “HS masuk ke Purwokerto langsung membawa Slank. Biasanya kecil-kecil yang dibawa, ini langsung ‘gajah’ istilahnya,” ujarnya.
Selain Slank, pentas dimeriahkan pula oleh Polkadots, Afterskema, Karnamereka, Preman Disco, FSTVLST, hingga Souljah. Konsisten dengan konsep tur sebelumnya, HS tetap menggandeng “local hero” dari setiap kota yang disambangi. Langkah ini dinilai sebagai komitmen nyata mendukung musisi lokal untuk terus berkembang.
Sebelum Purwokerto, konser ini telah menyambangi Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lampung, Malang, Palembang, dan Bandung. Satu kota lagi masih tersisa dalam rangkaian tur yang dinanti-nanti.
Angga Saputra








