BANYUMAS – Sebanyak 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, mendapat suntikan pengetahuan baru dalam hal pengemasan produk dan pemasaran digital. Pelatihan yang digelar pada Sabtu (22/8/2026) di Aula Desa setempat ini merupakan inisiasi dari Program Studi Radiologi Purwokerto, Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Semarang.
Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan utama yang kerap dihadapi para pengusaha lokal, yakni bagaimana membuat produk makanan olahan sehat yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki kemasan aman dan menarik, serta mampu bersaing di era digital.
Ketua tim pengabdi, Dartini, SKM, M.Kes, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen nyata Prodi Radiologi Purwokerto dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.
“Kami ingin para pelaku UMKM di sini tidak hanya pintar berproduksi, tetapi juga mahir mengemas dan memasarkan. Dengan pelatihan ini, kami harap jangkauan pemasaran mereka semakin luas, daya saing produk meningkat, dan pada akhirnya pendapatan serta kesejahteraan ikut terdongkrak,” ujar Dartini saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Tak sekadar teori, para peserta mendapat pendampingan langsung dari para ahli. Pelatihan menghadirkan praktisi UMKM sekaligus Ketua Aspikmas Kabupaten Banyumas, Kukuh Pramono, S.Pt, serta jajaran dosen Prodi Radiologi Purwokerto, yaitu Fadli Felayani, SST, MKM., dan Nabilla Pramitya Puteri, S.Tr.Kes.(Rad), M.Tr.ID, yang turut dibantu oleh tim mahasiswa.
Materi yang disampaikan mencakup tiga pilar utama: teknik pengemasan produk yang higienis dan estetis, optimalisasi teknologi digital untuk perluasan pasar, serta strategi menciptakan nilai tambah pada produk berbahan baku lokal.
Antusiasme peserta pun terlihat sepanjang sesi pelatihan. Mereka aktif bertanya dan berlatih langsung, didampingi tim pengabdi yang sigap membantu agar setiap ilmu yang diberikan bisa langsung diaplikasikan ke dalam produk usaha masing-masing.
Sambutan hangat juga datang dari Kepala Desa Karanggintung, Harsiyadi, S.IP. Ia mengaku bangga dan bersyukur desanya dipilih sebagai lokasi pengabdian oleh kampus negeri ternama.
“Saya sangat senang. Ini manfaat nyata bagi warga kami. Semoga ilmu yang didapat hari ini tidak berhenti di sini, tapi terus dipraktikkan. Kami berharap UMKM Karanggintung makin maju, produknya naik kelas, dan ekonomi desa semakin kuat,” tutur Harsiyadi penuh harap.
Dengan adanya sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah desa ini, pelaku UMKM Karanggintung optimis dapat membawa produk makanan olahan sehat khas desa mereka ke panggung yang lebih luas, baik secara offline maupun online.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








