BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas terus merealisasikan program unggulan “Pasti Sekolah” melalui layanan Bus Sekolah gratis. Saat ini, total ada 6 armada yang disiapkan untuk mengantar jemput pelajar di empat koridor berbeda.
Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Perhubungan Dinas Perhubungan Banyumas, Muhamad Soleh Wibowo, mengungkapkan bahwa keenam armada tersebut terdiri dari jenis medium bus dan elf.
“Totalnya ada 6 armada yang melayani 4 koridor,” ujar Bowo, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Selasa (11/08/2026).
Berikut rincian empat koridor yang aktif melayani pelajar:
· Koridor 1 (Kemawi – Banyumas & Kemawi – Somagede): 2 unit Medium Bus
· Koridor 2 (Binangun – Pasinggangan – Banyumas): 2 unit Elf
· Koridor 3 (Sawangan Wetan – Karanganyar – Notog – Patikraja): 1 unit Elf
· Koridor 4 (Kalibagor – Suro – Srowot – Kaliori – Banyumas): 1 unit Medium Bus (baru diujicoba mulai 10 Agustus 2026)
Layanan ini menyasar delapan sekolah di jalur Kalibagor–Banyumas, di antaranya SMP Negeri 4 Kalibagor, SMK Negeri 3 Banyumas, SMP Negeri 2 Banyumas, SMP Negeri 3 Banyumas, SMK Negeri 1 Banyumas, SMA Negeri 1 Banyumas, SMK Negeri 2 Banyumas, dan SMP Negeri 1 Banyumas.
Meski delapan sekolah itu menjadi target utama, Bowo menegaskan bahwa bus ini terbuka untuk semua pelajar yang berada di jalur yang sama.
“Namun, untuk siswa sekolah selain itu, jika memang satu jalur tetap bisa memanfaatkan bus sekolah gratis ini,” tegasnya.
Uji Coba Koridor Kalibagor
Sebelumnya, uji coba pengalihan fungsi satu unit bus wisata menjadi bus sekolah telah dimulai pada Senin (10/8/2026) untuk rute Kalibagor–Banyumas. Bowo menjelaskan bahwa rute ini sudah melalui survei panjang dan diketahui oleh Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dinas Pendidikan setempat.
“Mereka bersurat terkait tindak lanjut survei layanan bus sekolah di Kalibagor-Banyumas. Akhirnya disposisi dari Bupati turun,” jelasnya.
Bowo juga membantah bahwa uji coba ini terkait dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas. Meski dalam rapat internal sempat muncul usulan pinjam pakai bus dengan biaya operasional ditanggung SNT II, Bowo menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu persetujuan Bupati.
“Terkait dengan SNT, kami menunggu disposisi dari Bupati karena pinjam aset ini harus ada persetujuan. Untuk operasional bus di koridor Kalibagor saat ini hanya menggunakan 1 unit bus tipe medium,” pungkasnya.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







