INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pengusaha Nasional Harus Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi, Mukit Hendrayatno: Investasi Bukan Tujuan Akhir

Pengusaha Nasional Harus Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi, Mukit Hendrayatno: Investasi Bukan Tujuan Akhir

Mukit Hendrayatno, Komisaris Utama Ethos Group, menegaskan perlunya paradigma baru dalam pembangunan ekonomi Indonesia saat menjadi pembicara dalam Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo dan Simposium Nasional di RRI Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto : Nusantara Centre

Kamis, 6 Agustus 2026

JAKARTA – Di tengah persaingan ekonomi global yang kian ketat, kemajuan suatu bangsa tak lagi cukup diukur dari melimpahnya sumber daya alam atau derasnya arus modal asing. Kekuatan sebuah negara justru terletak pada kemampuannya mencetak pengusaha nasional yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.

Pesan itu mengemuka dalam Peluncuran Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia dan Simposium Nasional bertajuk Merumuskan Arsitektur Perekonomian sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, Selasa (4/8). Acara ini digelar Nusantara Centre.

“Investasi Harus Jadi Instrumen, Bukan Tujuan”

Hadir sebagai pembicara, Komisaris Utama Ethos Group, Mukit Hendrayatno, menyoroti perlunya paradigma baru dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi semata tak cukup jika tidak dibarengi penguatan kapasitas nasional.

“Pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan investasi tanpa memperkuat pelaku usaha nasional,” tegas Mukit di hadapan para peserta simposium.

Ia menekankan, investasi asing memang penting, namun harus diposisikan sebagai sarana—bukan tujuan akhir. Dana yang masuk seharusnya dimanfaatkan untuk membangun industri nasional, memperkuat rantai pasok domestik, mendorong transfer teknologi, serta melahirkan perusahaan-perusahaan Indonesia yang mampu berdiri sejajar dengan pemain global.

“Mengundang investasi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana investasi itu memperbesar kekuatan ekonomi bangsa, bukan sekadar menaikkan angka statistik,” ujarnya.

Pengusaha Bukan Sekadar Pelaku Pasar

Bagi Mukit, pengusaha nasional memiliki peran strategis yang melampaui fungsi ekonomi semata. Mereka adalah pencipta lapangan kerja, penggerak inovasi, pembangun industri, dan mitra negara dalam menjaga ketahanan ekonomi.

“Indonesia membutuhkan pengusaha yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing secara global. Kehadiran pelaku usaha nasional juga penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi dalam negeri,” ungkapnya.

Ia mendorong para pengusaha Indonesia agar berani melampaui orientasi dagang jangka pendek menuju pembangunan kapasitas produksi berkelanjutan. Menurut Mukit, mereka harus menjadi pelopor inovasi, memperkuat sektor manufaktur, mengembangkan teknologi, dan membangun merek-merek nasional yang mendunia.

“Dengan begitu, dunia usaha tidak hanya menciptakan keuntungan ekonomi, tetapi juga membangun martabat bangsa melalui peningkatan daya saing nasional,” tuturnya.

Meneladani Semangat Soemitro Djojohadikusumo

Pandangan Mukit sejalan dengan pemikiran almarhum Soemitro Djojohadikusumo yang menempatkan pembangunan ekonomi sebagai bagian dari perjuangan kebangsaan. Soemitro meyakini, kemerdekaan politik hanya bermakna jika ditopang oleh kemandirian ekonomi, penguasaan industri, dan kemampuan mengelola sumber daya strategis sendiri.

Peluncuran buku dan simposium ini menjadi ruang refleksi atas hubungan penting antara kemerdekaan politik dan kedaulatan ekonomi. Momentum ini sekaligus menegaskan kembali bahwa arsitektur perekonomian Indonesia harus bertumpu pada sinergi negara, dunia usaha, ilmu pengetahuan, dan masyarakat.

Menuju Indonesia Emas 2045

Bagi Mukit Hendrayatno, visi Indonesia Emas 2045 bukanlah sekadar target pertumbuhan ekonomi. Ia adalah cita-cita menghadirkan bangsa yang mandiri dalam produksi, unggul dalam inovasi, dan percaya diri bersaing di panggung dunia.

“Untuk mencapainya, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar modal finansial. Kami membutuhkan modal sosial berupa kepercayaan, kolaborasi, nasionalisme ekonomi, dan keberanian membangun kekuatan usaha nasional,” jelasnya.

Dalam perspektif itu, pengusaha nasional bukan sekadar pelaku pasar, melainkan bagian dari arsitektur pembangunan nasional. Mereka menjadi jembatan antara kebijakan negara, inovasi teknologi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Semakin kuat dunia usaha nasional, semakin besar pula kemampuan Indonesia menentukan arah pembangunannya sendiri, tanpa bergantung secara berlebihan pada kekuatan eksternal,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Prof. Didin S. Damanhuri, Prof. Yudhie Haryono, Ph.D., Dirut RRI Dr. Ignatius Hendrasmo, M.A., Laksamana Pertama Salim, serta dua penulis buku Sumitro Anti Penjajahan, Dr. Agus Rizal dan Dedi Setiadi.

Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Kreasi Lampu Hias “Jipang Menyala” Bikin Desa Berkilau, Total Hadiah Rp50 Juta!

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Pengusaha Nasional Harus Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi, Mukit Hendrayatno: Investasi Bukan Tujuan Akhir

Pengusaha Nasional Harus Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi, Mukit Hendrayatno: Investasi Bukan Tujuan Akhir

Kamis, 6 Agustus 2026

Kreasi Lampu Hias “Jipang Menyala” Bikin Desa Berkilau, Total Hadiah Rp50 Juta!

Kreasi Lampu Hias “Jipang Menyala” Bikin Desa Berkilau, Total Hadiah Rp50 Juta!

Rabu, 5 Agustus 2026

BPJS Kesehatan Hadirkan AMAN JKN di MPP, Layanan Administrasi Kini Bisa Diakses Mandiri & Praktis

BPJS Kesehatan Hadirkan AMAN JKN di MPP, Layanan Administrasi Kini Bisa Diakses Mandiri & Praktis

Rabu, 5 Agustus 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com