BANYUMAS – Rasa haus warga di tiga kecamatan di Kabupaten Banyumas mulai terobati. Dompet Dhuafa Jateng Unit Purwokerto menyalurkan 35.000 liter air bersih ke Desa Karanggedang, Nusadadi, Buniayu, dan Panusupan. Distribusi yang digelar akhir Juli 2026 ini menjadi jawaban atas kelangkaan air yang telah dirasakan masyarakat selama sebulan terakhir akibat kemarau panjang.
Musim kemarau tahun ini kembali menyengat sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas. Ratusan warga di Kecamatan Sumpiuh, Tambak, dan Cilongok terpaksa berjuang ekstra hanya untuk mendapatkan air bersih. Beruntung, Dompet Dhuafa Jateng Unit Purwokerto turun tangan menyalurkan bantuan air bersih total 35.000 liter.
Penyaluran pertama dilakukan pada 25 Juli 2026 di Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, sebanyak 2 tangki air atau setara 10.000 liter. Kegiatan kemudian berlanjut pada 30 Juli 2026 di Desa Karanggedang dan Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, dengan 5 tangki air (25.000 liter). Terakhir, pada 31 Juli 2026, giliran Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, yang menerima pasokan serupa.
Kekeringan yang telah berlangsung lebih dari satu bulan ini membuat banyak sumber air warga menyusut drastis. Air yang biasanya mudah diakses kini harus diperebutkan. Padahal, tanpa air, kebutuhan dasar seperti memasak, minum, mandi, hingga mencuci pun terhambat.
Bagi warga di tiga kecamatan tersebut, situasi ini bukan pertama kali mereka hadapi. Kekeringan seolah menjadi “tamu tahunan” yang rutin datang setiap musim kemarau tiba. Namun, bantuan distribusi air ini tetap membawa harapan di tengah kepedihan.
Antre Tertib di Toren Warga
Proses pembagian air dilakukan secara tertib. Mobil tangki milik Dompet Dhuafa mengirimkan air langsung ke titik-titik penampungan atau toren milik warga. Dari toren itulah, masyarakat kemudian mengambil air secara bergiliran sesuai kebutuhan masing-masing. Tak ada rebutan, semuanya berjalan dengan gotong royong.
Maskuri, Kepala Dompet Dhuafa Jateng Unit Purwokerto, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang paling terdampak musim kemarau.
“Kami menyadari bahwa kekeringan tahun ini berpotensi berlangsung panjang. Karena itu, kita harus rapatkan barisan, gotong royong antara elemen masyarakat dan pemerintah. Rencana ke depan, kami akan terus menyalurkan bantuan, termasuk ke kabupaten tetangga dalam area kerja Dompet Dhuafa Purwokerto di Banyumas Raya,” ujar Maskuri saat ditemui di lokasi penyaluran.
Dompet Dhuafa berharap distribusi air ini dapat sedikit meringankan beban warga. Namun, mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak menggunakan air dan bersama-sama menjaga sumber daya yang ada.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








