JAKARTA — Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) mengambil langkah strategis dengan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk merevolusi sistem tracer study di tingkat nasional. Langkah ini bertujuan membangun ekosistem pelacakan alumni yang lebih terintegrasi, akurat, dan berdampak bagi peningkatan kualitas lulusan.
Audiensi yang digelar di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI pada Selasa (28/7/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNSOED, Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., IPU., ASEAN Eng. Ia didampingi Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si., M.Sc., serta Ketua UNSOED Career Portal.
Pertemuan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., dan Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, R. Nurhidajat, S.E., M.Ec.Dev.
Sinergi Data untuk Akurasi Tracer Study
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai peluang kolaborasi yang berfokus pada penguatan sistem tracer study alumni melalui integrasi data ketenagakerjaan nasional. Salah satu terobosan utama yang menjadi perhatian adalah sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam pemanfaatan data tenaga kerja.
Integrasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai serapan lulusan di dunia kerja sekaligus meningkatkan validitas data tracer study perguruan tinggi. Dengan demikian, data yang dihasilkan tidak hanya akurat tetapi juga relevan untuk menyusun kebijakan pendidikan tinggi yang berbasis bukti.

Tracer Study Bukan Sekadar Akreditasi
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNSOED, Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo, menegaskan bahwa tracer study saat ini telah berkembang melampaui fungsi administratif semata.
“Tracer study bukan lagi sekadar instrumen akreditasi, tetapi telah berkembang menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan data yang lebih akurat dan bermanfaat bagi pengembangan mutu lulusan,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui dukungan data ketenagakerjaan yang lebih akurat, UNSOED akan semakin mudah memantau perjalanan karier alumni, mengevaluasi relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, serta menyusun kebijakan pengembangan kompetensi mahasiswa secara lebih tepat sasaran.
UNSOED Career Portal Jadi Fokus Implementasi
Sementara itu, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, Dr. Ratna Stia Dewi, S.Si., M.Sc., menegaskan bahwa penguatan UNSOED Career Portal akan menjadi salah satu fokus implementasi hasil kerja sama tersebut.
“Dengan dukungan sistem informasi yang terintegrasi, layanan karier diharapkan tidak hanya memfasilitasi tracer study, tetapi juga memperluas akses alumni terhadap informasi lowongan kerja, pengembangan kompetensi, jejaring profesional, hingga berbagai program peningkatan kesiapan kerja,” jelasnya.
Langkah Awal Menuju Ekosistem SDM yang Kuat
Audiensi ini menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih komprehensif antara UNSOED dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam mendukung transformasi layanan karier perguruan tinggi. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan mampu membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang lebih kuat.
Dengan kolaborasi ini, UNSOED optimistis dapat menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia, baik di tingkat nasional maupun global.
Penulis : Angga Saputra








