PURWOKERTO– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto menggelar kegiatan ganda yang menyentuh dua sisi sekaligus, Senin (13/7/2026). Tidak hanya membagikan upah premi kepada warga binaan yang produktif, lapas juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk keluarga mereka sebagai wujud kepedulian.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Purwokerto ini menjadi momen istimewa bagi para narapidana yang tergabung dalam program asimilasi kerja. Upah premi yang diberikan bukan sekadar uang, melainkan simbol penghargaan atas kerja keras dan dedikasi mereka selama mengikuti pembinaan kemandirian.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Purwokerto, Bima Sambudya, dalam sambutannya menekankan bahwa penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas kedisiplinan dan produktivitas warga binaan.
“Kami ingin memotivasi mereka agar terus meningkatkan keterampilan. Program ini adalah bekal berharga untuk nanti saat mereka kembali ke masyarakat,” ujar Bima.
Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, turut memberikan arahan yang lebih mendalam. Baginya, pembinaan kemandirian tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab.
“Upah premi ini adalah motivasi agar mereka terus berkarya dan siap mandiri. Di sisi lain, bantuan sosial untuk keluarga adalah bukti bahwa proses pembinaan ini juga membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat mereka. Kami tidak bisa berjalan sendiri,” tegas Aliandra.
Penyaluran bantuan sosial dalam kegiatan ini menyasar salah satu keluarga warga binaan pekerja. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mempererat tali silaturahmi antara lapas dan keluarga warga binaan.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Purwokerto berharap semangat warga binaan untuk berkarya semakin meningkat. Selain itu, nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan terus terjaga sebagai fondasi utama keberhasilan program pembinaan pemasyarakatan.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra







