PURWOKERTO – Suasana kebersamaan kental terasa di Convention Hall Menara Teratai, Purwokerto, Rabu (8/7). Ribuan orang yang terdiri atas santri, alumni, wali santri, dan keluarga besar Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Kebasen memadati lokasi untuk mengikuti Multaqo Akbar sekaligus peringatan Hari Lahir ke-7 IHTISAB (Ikatan Santri dan Alumni Andalusia Banyumas).
Kegiatan yang mengusung tema penguatan ukhuwah ini dibuka dengan penampilan meriah marching band santri, disusul atraksi ratoeh jaro dari santriwati yang memukau para hadirin. Puncak acara diisi dengan tabligh akbar, doa bersama, dan silaturahmi hangat antara santri, alumni, serta para masyayikh.
Gus Anam: Alumni Andalusia Harus Jadi Mafatihul Khoir
Pengasuh pesantren, KH Zuhrul Anam Hisyam atau yang akrab disapa Gus Anam, menegaskan bahwa Multaqo Akbar bukan sekadar reuni tahunan. Menurutnya, momen ini adalah ruang strategis untuk mengokohkan kembali tali persaudaraan serta menjaga nilai-nilai pesantren tetap hidup di masyarakat.
“Hubungan antara santri, alumni, wali santri, dan pesantren tidak boleh putus hanya karena masa belajar telah usai. Kita ingin terus menjaga ukhuwah, saling menguatkan, dan mempererat ikatan keluarga besar Andalusia,” ujar Gus Anam di hadapan peserta.
Ia juga berpesan agar para alumni mampu mengamalkan ilmu yang didapat selama mondok dengan menjadi pelopor kebaikan di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap seluruh alumni mampu menjadi mafatihul khoir (pembuka pintu kebaikan) di tengah masyarakat, memberi manfaat di mana pun berada, serta tetap menjaga akhlak dan ajaran pesantren,” tambahnya.
IHTISAB Tujuh Tahun, Jaringan Dakwah Makin Luas
Peringatan Harlah ke-7 IHTISAB menjadi penanda perjalanan organisasi yang selama ini aktif memperkuat jaringan silaturahmi, dakwah, dan pengabdian sosial di berbagai daerah. Multaqo Akbar kali ini diharapkan makin memperkokoh ikatan antara pesantren dan alumni, sekaligus menjadi modal untuk mencetak generasi berilmu dan berakhlak.
Gus Anam juga menyampaikan rasa syukur atas perkembangan lembaga pendidikan di lingkungan Andalusia. Saat ini, pesantren yang diasuhnya telah memiliki SMP Islam Andalusia 1 dan 2, SMA Islam Andalusia, MA Andalusia, Pendidikan Diniyyah Formal, serta Ma’had Aly (Perguruan Tinggi Pesantren) dengan total santri lebih dari 3.000 orang.
“Kami mohon doa agar senantiasa sehat, panjang umur, dan diberi kekuatan oleh Allah. Semua ikhtiar ini kami lanjutkan demi kemaslahatan umat dan bangsa,” pungkasnya.
Penulis : Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra






