BANYUMAS – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, secara resmi membuka kegiatan Youth Volunteer Leadership Camp (YVLC) VII yang digelar Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Banyumas di Taman Langit Baturraden, Selasa (7/7/2026).
Dalam sambutannya, Sadewo menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan ajang pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi generasi muda.
“Youth Volunteer Leadership Camp adalah medan latihan kepemimpinan. Tempat kalian belajar menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai bicara, tetapi berani bertindak, tulus memberi, dan tangguh menghadapi tantangan,” tegasnya.
Orang nomor satu di Banyumas itu mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan kompleks, mulai dari krisis iklim, kesenjangan sosial, hingga disrupsi teknologi. Di tengah kondisi tersebut, ia menyebut para relawan muda memiliki peran krusial.
“Di tengah semua itu, siapa yang peduli dan siap membantu? Jawabannya adalah relawan. Relawan seperti kalian yang sejak muda sudah terbiasa melayani dan mencintai tanpa syarat,” ujarnya.
Sadewo menyampaikan tiga pesan utama kepada 253 peserta yang terdiri dari anggota PMR Madya dan Wira tingkat SMP serta SMA se-Kabupaten Banyumas:
1. Bangun Jiwa Kepemimpinan, mulai dari tanggung jawab kecil seperti disiplin belajar dan menginisiasi kegiatan positif.
2. Tumbuhkan Kepedulian dan Ketangguhan, karena keberhasilan diukur dari kemampuan membantu sesama.
3. Jaga Persatuan, karena mereka berasal dari berbagai latar belakang namun dipersatukan nilai kemanusiaan.
“Kalian bukan generasi rebahan, tetapi generasi perubahan. Kalian bukan penonton masa depan, melainkan pelaku peradaban,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Banyumas, Nungky Harry Rachmat, menjelaskan bahwa YVLC tahun ini mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Meningkatkan Kualitas PMR yang Unggul”.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (7-9 Juli 2026) ini diikuti oleh perwakilan dari 127 unit PMR. Para peserta dibekali materi kepalangmerahan, seperti pertolongan pertama, pendidikan remaja sebaya, dan perawatan keluarga. Materi disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jateng, Kementerian Agama, Universitas Jenderal Soedirman, serta PMI Banyumas.
Selain pelatihan, acara ini juga menjadi ajang regenerasi kepemimpinan melalui pemilihan Koordinator FORPIS Kabupaten Banyumas untuk masa bakti 2026–2027.
“Jangan pulang hanya membawa sertifikat. Pulanglah dengan semangat baru, karakter lebih kuat, dan komitmen untuk mengabdi kepada sesama,” pesan Nungky kepada para peserta.
Penulis: Alri Johan
Editor : Angga Saputra








