BREBES– Upaya pencarian terhadap seorang survivor atau korban selamat yang diduga hilang di kawasan hutan Desa Wanatirta, Kabupaten Brebes, masih belum menemukan titik terang hingga hari keenam, Sabtu (4/7/2026).
Komandan Tim Rescue, Syaeful Anwar, mengungkapkan bahwa tim gabungan kini dibagi menjadi dua Satuan Rescue (SRU) untuk mengoptimalkan pencarian. Area operasi juga diperluas dari radius sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun dari keluarga dan warga sekitar.
“Kami membagi tim menjadi dua SRU. SRU 1 melakukan penyisiran darat dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP) ke arah selatan dengan radius 4 kilometer. Sementara SRU 2 bergerak ke arah utara dengan radius yang sama,” ujar Syaeful kepada wartawan, Sabtu.
Kronologi kejadian bermula pada Minggu (28/6) sekitar pukul 17.00 WIB, ketika korban yang akrab disapa Naruh itu keluar rumah tanpa berpamitan. Keluarga menduga ia menuju ke arah kebun atau sungai di belakang rumah, yang menjadi kebiasaannya untuk membuang sampah.
Pencarian mandiri sempat dilakukan oleh warga dan relawan Destana (Desa Tangguh Bencana) Wanatirta, namun tidak membuahkan hasil. Informasi hilangnya Naruh kemudian diteruskan ke BPBD Brebes dan Unit Siaga SAR Brebes untuk dilakukan pencarian profesional.
Meski telah dilakukan penyisiran intensif selama enam hari, tim masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Naruh. Kondisi geografis lokasi pencarian menjadi kendala utama di lapangan.
“Vegetasi di hutan sangat rapat dan medannya berupa tebing curam, sehingga jarak pandang tim menjadi terbatas. Ini tantangan terbesar kami,” jelas Syaeful.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus berlangsung dan direncanakan akan dilanjutkan pada hari ketujuh. Tim SAR berharap Naruh dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Semoga beliau segera kami temukan,” tutup Syaeful.
Diberitakan sebelumnya, pencarian terhadap seorang lansia berinisial Naruh (78), warga Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, memasuki hari kelima tanpa hasil. Tim gabungan yang dipimpin Basarnas masih terus menyisir hutan dan kebun di sekitar lokasi kejadian, namun hingga Rabu (03/07/2026) sore, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Komandan Tim Rescue, Syaeful Anwar, menjelaskan bahwa pada hari kelima ini, tim memperluas area pencarian menjadi dua Satuan Rescue (SRU) dengan radius masing-masing 3 kilometer dari lokasi terakhir diketahui (LKP).
Kronologi kejadian bermula pada Minggu (28/06) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diketahui keluar rumah tanpa berpamitan. Keluarga menduga ia menuju ke kebun atau sungai di belakang rumah, karena korban memiliki kebiasaan membuang sampah di area tersebut.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








