BANYUMAS – Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi SH, SIK, MH bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas. Langkah tanggap ini diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga di tengah gangguan pasokan listrik yang berdampak luas pada aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan laporan yang masuk, pemadaman listrik mempengaruhi berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga fasilitas umum seperti penerangan jalan dan puskesmas.
Menyikapi hal itu, jajaran Polresta Banyumas langsung melakukan koordinasi dengan PT PLN (Persero) dan instansi terkait guna memastikan situasi tetap kondusif.
Kapolresta menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.
“Kami memastikan personel dikerahkan untuk memantau titik-titik rawan dan memberikan rasa aman. Pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun dalam situasi darurat,” ujar Kapolresta dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026)
Kehadiran polisi di lapangan juga bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan, seperti aksi pencurian atau kecelakaan lalu lintas akibat lampu penerangan jalan yang padam. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan kendala atau situasi darurat melalui layanan pengaduan Polresta Banyumas yang merespons cepat setiap aduan.
Sementara itu, PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa pemadaman terjadi akibat gangguan operasional pada sistem pembangkit listrik. Manajemen beban dilakukan secara terbatas untuk menjaga stabilitas pasokan, dan pihaknya terus berupaya mempercepat pemulihan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghemat penggunaan listrik saat pasokan kembali normal, dan segera melapor jika menemukan kondisi darurat. Sinergi antara warga, kepolisian, dan PLN diharapkan dapat meminimalisir dampak pemadaman serta memulihkan aktivitas warga dalam waktu singkat.
Penulis : Angga Saputra








