BANYUMAS– Kabar baik bagi warga Banyumas yang memiliki masalah jantung. Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, meresmikan layanan Cathlab (Catheterization Laboratory) di RSUD Banyumas yang kini sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
Peluncuran ini berlangsung di Ruang Thalasemia RSUD Banyumas, Sabtu (6/6/2026). Turut mendampingi Wabup, Direktur RSUD Banyumas dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG., M.Si, dan Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas dr. Dani Esti Novia.
Acara ini juga menjadi pembuka Workshop EKG yang diikuti oleh tenaga kesehatan dan praktisi medis.
Kerja Sama Strategis Perluas Akses Kesehatan
Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana, menyebut bahwa kolaborasi dengan BPJS Kesehatan ini adalah langkah strategis. Tujuannya agar masyarakat bisa mengakses layanan jantung berkualitas tanpa hambatan biaya.
“Melalui kerja sama pembiayaan ini, masyarakat Banyumas yang saat ini sudah tercover oleh pembiayaan UHC dapat memanfaatkan layanan secara lebih optimal,” ujar dr. Widyana.
Dengan adanya Cathlab yang dijamin BPJS, pasien yang membutuhkan tindakan diagnostik atau intervensi jantung tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.
Wabup: Hipertensi Masih Jadi Masalah Besar
Di tempat yang sama, Wabup Lintarti mengingatkan bahwa hipertensi masih menjadi penyakit tidak menular yang paling banyak diderita warga Banyumas. Hipertensi adalah faktor risiko utama penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.
“Hadirnya layanan Cathlab yang kini telah dapat dimanfaatkan melalui BPJS Kesehatan menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Kebutuhan akan pelayanan jantung yang cepat, berkualitas, dan mudah dijangkau akan semakin besar ke depannya,” ujar Lintarti.
Mengurangi Rujukan ke Luar Kota
Wabup berharap fasilitas ini bisa memangkas rujukan pasien ke kota-kota besar. Masyarakat Banyumas dan sekitarnya kini bisa mendapat penanganan lebih cepat, dekat, dan nyaman.
“Masyarakat Banyumas dan wilayah sekitarnya bisa mendapatkan penanganan yang lebih cepat, dekat dan nyaman, yang pada akhirnya meningkatkan peluang kesembuhan sekaligus meringankan beban keluarga pasien,” jelasnya.
Pencegahan Tetap yang Utama
Meski fasilitas kesehatan semakin lengkap, Wabup Lintarti tetap menekankan pentingnya pencegahan.
“Pelayanan kesehatan terbaik sesungguhnya bukan ketika penyakit berhasil diobati, melainkan ketika penyakit dapat dicegah sebelum terjadi,” tegasnya.
Dengan hadirnya layanan Cathlab berbasis BPJS Kesehatan ini, Wabup berharap kualitas pelayanan kesehatan di Banyumas semakin meningkat dan bisa menjangkau masyarakat lebih luas serta merata.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








