FOKUS UTAMA – Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan investasi bodong yang menyeret eks pegawai Bank Mandiri Taspen KCP Purwokerto. Sejumlah pensiunan korban menemukan aliran dana ratusan juta rupiah yang masuk dan keluar dari rekening mereka pada hari yang sama, tanpa sepengetahuan mereka.
Temuan ini terungkap setelah para korban melakukan pendampingan dan penelusuran dokumen perbankan bersama Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto.
Para korban mengaku tidak pernah menandatangani akad kredit maupun menerima penjelasan terkait dana tersebut. Transaksi mencurigakan itu tercatat terjadi pada 1 Maret 2025.
Pensiunan ASN Kaget: Rp581 Juta Mengalir Tanpa Sepengetahuan
Salah satu korban, Sumarni (67), pensiunan ASN sekaligus janda pensiunan, mengaku baru mengetahui transaksi ini saat memeriksa dokumen bersama tim hukum. Sumarni memiliki dua rekening terkait fasilitas pensiun. Hasil pemeriksaan menunjukkan:
· Rekening pertama: aliran dana lebih dari Rp400 juta
· Rekening kedua: aliran dana sekitar Rp187 juta
Total hampir Rp581 juta masuk dan keluar di hari yang sama.
“Saya tidak pernah merasa mengajukan pinjaman sebesar itu. Tidak pernah ada akad, tidak pernah tanda tangan untuk kredit sebesar itu. Baru tahu hari ini setelah diperlihatkan datanya,” ujar Sumarni.
Ia mengaku awal mulanya mengenal program yang ditawarkan sebagai “tabungan endapan” atau deposito dengan imbal hasil bulanan.
Anak Korban: Ibu Tak Pernah Terima Uang Rp400 Juta
Dani (40), anak Sumarni, mengatakan keluarganya terkejut dengan temuan ini.
“Tadi kami melihat ada transaksi sekitar Rp400 juta lebih. Uang itu muncul, lalu keluar lagi. Dari mana sumbernya, kapan proses pinjamannya, siapa yang mengajukan, dan ditransfer ke mana, kami tidak tahu. Yang jelas ibu tidak pernah merasa menerima uang itu,” ujarnya.
Dani juga mempertanyakan proses analisis kredit yang bisa menghasilkan plafon pinjaman besar untuk ibunya yang sudah berusia 67 tahun tanpa adanya dokumen persetujuan.
Uang Pensiun Tinggal Rp500 Ribu per Bulan
Akibat berbagai fasilitas kredit yang tercatat atas namanya, pendapatan pensiun Sumarni dipangkas drastis.
· Seharusnya: sekitar Rp4 juta (pensiunan ASN) + Rp1 juta (pensiun janda)
· Kini hanya diterima: sekitar Rp500 ribu per bulan
“Yang masuk sekarang tinggal sekitar Rp500 ribu karena dipotong angsuran,” ungkapnya.
Korban Lain: Tiba-tiba Ada Rp200 Juta, Lalu Hilang
Temuan serupa dialami SP (61), pensiunan penjaga malam sekolah. Sebelumnya, ia mengetahui adanya pencairan kredit sekitar Rp130 juta pada 25 Juli 2023 yang langsung diserahkan ke pihak pengelola program investasi.
Namun saat memeriksa dokumen bersama tim hukum, SP menemukan aliran dana lain sebesar Rp200.900.700 yang tercatat pada 1 Maret 2025.
“Saya baru tahu hari ini. Ternyata ada uang sekitar Rp200 juta yang masuk lalu keluar lagi pada tanggal yang sama. Saya tidak tahu uang itu dari mana dan untuk apa,” katanya.
SP menegaskan tidak pernah mengajukan kredit baru maupun menerima dana sebesar itu.
Masih Misteri: Sumber & Tujuan Dana Belum Diketahui
· Sumber dana yang masuk ke rekening korban
· Tujuan akhir perpindahan dana tersebut
· Apakah transaksi berkaitan dengan fasilitas kredit tertentu, proses administrasi internal, atau mekanisme lain.
Belum ada pula penjelasan resmi dari pihak bank terkait temuan ini.
Korban Minta Transparansi
Para korban berharap seluruh transaksi yang tercatat atas nama mereka dapat dibuka secara transparan. Mereka ingin mengetahui:
· Sumber dana
· Proses persetujuan
· Pihak yang menerima manfaat dari aliran dana tersebut
“Dana misterius” ini kini menjadi fokus utama yang perlu ditelusuri secara mendalam oleh pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum.
Penulis : Alexander Bumi
Editor : Angga Saputra








