PURWOKERTO – Alunan musik, harapan, doa, dan solidaritas menyatu dalam gelaran Charity for Humanity: Berbagi Energi untuk Aunk Lodse di Nice Time Cafe, Purwokerto, Sabtu (16/5/2026) malam. Ratusan orang dari berbagai komunitas di Purwokerto hadir tak sekadar menonton, tetapi ikut mengalirkan dukungan bagi musisi yang tengah terbaring sakit.
Acara yang berlangsung hangat hingga larut malam itu berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp14,7 juta. Jumlah tersebut merupakan hasil dari tiket masuk, lelang barang, serta sumbangan sukarela para pengunjung dan komunitas.
“Apik, Spektakuler, dan Mengagumkan”
Salah satu narasumber sekaligus anggota komunitas, Ifah, menyebut konser amal ini luar biasa. “Apik, spektakuler, dan mengagumkan,” ujarnya.
Menurut Ifah, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan wujud nyata kekompakan komunitas untuk menghormati sekaligus memberi dukungan kepada rekan mereka yang sakit.
“Dari konser ini, komunitas-komunitas di Purwokerto menunjukkan solidaritas sekaligus menjaga energi positif. Ini yang membuat acara terasa sangat hidup,” kata Ifah.
Haru di Tengah Tari Lengger dan Lagu “Surat Buat Anak Kandung”
Suasana haru menyelimuti malam itu ketika lagu Surat Buat Anak Kandung mengalun dari panggung. Sang maestro lengger Banyumas, Riyanto, tampil menari dengan penuh penghayatan. Sorot lampu redup, gerakan lembut, dan iringan musik membuat beberapa penonton ikut bernyanyi pelan, sementara yang lain larut menari di depan panggung.
Tepuk tangan panjang sesekali pecah dari kerumunan. Tak ada sekat antarkomunitas malam itu. Semua melebur dalam satu tujuan: memberi dukungan untuk Aunk Lodse.
Dari Musik Rock hingga Jam Session Terbuka
Acara yang dipandu MC Afton Brewok berlanjut dengan penampilan dari Banyumas Rock Community. Dentuman musik rock mengubah suasana menjadi lebih enerjik, namun tetap akrab dan penuh kebersamaan.
Sesi jam session terbuka juga digelar. Siapa pun diberi ruang naik ke panggung, bernyanyi, bermain musik, atau sekadar mengekspresikan dukungan. Hal inilah yang membuat konser terasa dekat dan personal.
“Semua datang bukan hanya untuk menonton, tapi memberi support dan doa bersama,” kata Ifa, salah seorang pengunjung.

Dukungan Tokoh dan Lelang Koleksi
Kehadiran Gus Adi Bani Malik turut menambah hangat suasana. Ia datang memberi dukungan moral sekaligus donasi bagi Aunk Lodse.
Panitia juga menggelar lelang berbagai barang koleksi, mulai dari kaos Bob Marley, tumbler, topi, hingga kaset dan VCD lawas. Antusiasme pengunjung tinggi. Satu barang lelang bahkan terjual Rp2,1 juta oleh Bunda Roro Suhartini.
Latar Belakang Acara: Solidaritas untuk Aunk Lodse
Charity for Humanity digelar sebagai bentuk kepedulian sosial dan ajang berbagi energi positif. Aunk Lodse adalah salah satu personel atau motor penggerak band LoDse (sebuah band reggae asal Purwokerto). LoDse dikenal di skena reggae lokal Banyumas dan sering membawakan lagu-lagu reggae, baik cover maupun karya sendiri, di berbagai event musik.
Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai itu menghadirkan sejumlah penampil dari kalangan musisi, komunitas seni, hingga komunitas pecinta musik rock. Beberapa nama yang tampil antara lain: Lodse Feat. Rianto & All Star, Sukatani, Pernicious Hate, Sendu Noviko, Kolektif Ampskp, Mr. Moonlight, Kuliparty, Sons Of Sun, Arie and The Band, hingga Etherries.
Selain itu, acara juga melibatkan Banyumas Rock Community, Komunitas Teater Didik, Roadhouse Community, Sedulur Pantomim Purwokerto, Sanggar Seni Samudera, Gitaris Satria, dan Jess Udu.
Junaedi Darmawan dari Banyumas Rock Community menyebut kegiatan ini bukan sekadar hiburan musik, tetapi menjadi ruang solidaritas antar komunitas di Banyumas untuk saling mendukung dalam semangat kemanusiaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa musik dan seni bisa menjadi bahasa pemersatu, sekaligus energi untuk saling membantu,” ujarnya.
Penulis : Angga Saputra






