PURWOKERTO – Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Pemerintah Kabupaten Banyumas meluncurkan program Salin Aslimas (Sadewo Lintarti ASN Lindungi Pekerja Rentan Banyumas). Inisiatif ini ditujukan memperluas jaminan sosial bagi pekerja non‑formal yang selama ini belum terlindungi.
Peresmian digelar di halaman Pendopo Si Panji, Jumat (1/5), dipimpin Bupati Sadewo Tri Lastiono bersama Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Vinca Meitasari, serta jajaran Forkopimda.
Fokus Perlindungan
Bupati Sadewo menegaskan program ini menyasar pekerja rentan seperti asisten rumah tangga, pedagang keliling, dan pekerja serabutan. “Program ini tidak hanya meresmikan kebijakan, juga menghadirkan ketenangan bagi para pekerja rentan,” ujarnya.
Pada tahap awal, 1.065 pekerja telah terdaftar. Pemkab menargetkan kenaikan kepesertaan jaminan sosial dari 37,18% (2025) menjadi 41,95% (2026).
Peran ASN
Untuk mempercepat capaian, ASN Banyumas diimbau melindungi minimal satu pekerja rentan di lingkungannya. Dengan jumlah ASN sekitar 15 ribu orang, potensi tambahan kepesertaan dinilai signifikan. “Saya tidak berani mewajibkan, ini sifatnya imbauan. Harapannya ASN mau berpartisipasi,” kata Bupati.

Sinergi Baznas
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto, Vinca Meitasari, menyebut antusiasme ASN sudah terlihat meski program baru berjalan sepekan. Skema pembiayaan melibatkan dana Baznas, sehingga ASN cukup mengusulkan nama pekerja tanpa terbebani iuran langsung.
“Kalau semua ASN melindungi satu pekerja, persoalan perlindungan sosial bisa berkurang signifikan,” jelasnya.
Proyeksi Kepesertaan
Saat ini, cakupan BPJS Ketenagakerjaan di Banyumas berada di angka 28%. Dengan dukungan Salin Aslimas dan Baznas, Pemkab optimistis capaian bisa melonjak hingga 47% tahun ini. (Angga Saputra)







