INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

TEMAN MASA KECIL

KKN HUTAN KITA

Prof Yudhie Haryono PhD

Sabtu, 25 April 2026

Prof. Yudhie Haryono | Penikmat Sastra

Saat ultah. Saat tua. Mengenang kalian itu terkenang kebahagiaan. Tak ada sedih. Tak ada kelelahan. Apalagi derita karena negara berantakan. Tak ada. Tak ada sama sekali. Itulah zaman terbaik yang kita punya dan selalu layak dikenangkan.

Mengingat kalian, adalah menyanyikan bait lagu Kerispatih, “Takkan pernah habis air mataku/Bila kuingat tentang kalian/Mungkin hanya kalian yang tahu/Mengapa sampai saat ini dunia masih seperti ini/”

Aku berlari di pinggir sungai Kembang, saat cahaya matahari mengintai melalui daun pohon bambu seperti usapan kasihmu yang menyentuh wajahku. Ya, wajah polos kita sewaktu remaja.

Itu waktu bolos kelas. Kami berenang di sungai besar, 200 meter arah utara sekolah. Tradisi yang sudah berulang saat bosan belajar datang. Sepi dan lengang menggerogoti hatiku saat terdengar hanya suara tumbukan batu sungai di seputar pemandian.

Aku merindukan kalian. Aku merindukan lagi bagaimana rasanya bersenda sampai lupa waktu, yang bisa membuatku merasa seperti masih anak-anak yang diinginkan. Dirindukan. Dikenangkan.

Kita paham. Hidup ini bagaikan buku putih. Selalu terbuka dan terlihat rona. Maunya kita menjadi cahaya bagi yang tersesat. Tetapi takdir, sering sebaliknya. Ya, semua takkan berhenti jika keangkuhan masih bertahta. Maka, segeralah bersujud sebelum semuanya sia-sia: muspro jadi bencana.

Suatu kali, kita liburan ke Baturaden. Potongan sorga yang jatuh di lereng gunung Slamet. Kita belajar tetumbuhan dan jenis-jenis bunga. Pelajaran itu yang membuatku jadi petani setelah tua. Yaitu petani bunga. Khususnya bunga deposito saja.

Aku membayangkan kehangatan kulit coklat, napas bau terasi, dan tatapan mata yang membuatku merasa dilihat bukan sebagai berandal, tapi sebagai teman yang punya mimpi dan cita-cita besar: menjadi nobelis pertama dari Indonesia, bidang sastra.

Di waktu lainnya kita main bola, lomba baris berbaris, baca puisi dan catur. Kita sering juara. Dapat mendali emas. Tapi ternyata itu emas palsu. Tak laku dijual, juga tak laku digadai.

Di tengah hujan yang gemuruh seperti ini, aku sering berkhayal kalian duduk di sebelahku, mendebat pikiran-pikiranku yang tembus langit: untuk ditertawakan.

Aku berharap kritikan itu seperti api kecil yang menghangatkan hati dan jantungku yang sudah lama putus harap: berkeping-keping.

Dalam kehancuran negara yang salah urus, aku masih sering teriak pada kalian: iritlah. Tentu itu mengganggu kalian sampai-sampai tak pernah datang menjengukku. Kalian hanya hadir dalam ilusi dan khayalku.

Di ujung waktu rindu ini, kuajak kalian menyanyi. Buat guru-guru kita yang sahaja. “Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru/Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku/Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku/Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu/Engkau bagai pelita dalam kegelapan/Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan/Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jahasa/

Kawan-kawanku yang kukenang. Sayangnya di antara kita yang kini jadi guru tidak ada selainku. Piye maneh. Salam takzim.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Ponpes Modern ZIIS Banyumas Resmikan Gedung Satria, Padepokan Tapak Suci dan Luncurkan PKBM Muhammadiyah

Selanjutnya

All You Can Eat Kembali di Luminor Hotel Purwokerto, Hanya Rp70.000!

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Puncak Demo Aliansi Mahasiswa Banyumas Raya: Pendopo Diduduki, Bupati Berjanji Sampaikan ke Pusat, Massa Ancang-ancang Aksi Lanjutan

Puncak Demo Aliansi Mahasiswa Banyumas Raya: Pendopo Diduduki, Bupati Berjanji Sampaikan ke Pusat, Massa Ancang-ancang Aksi Lanjutan

Sabtu, 13 Juni 2026

Sorotan Publik Soal Opsen Pajak, Ketua DPRD Banyumas Minta Kajian Ulang

Apresiasi Ketua DPRD Banyumas untuk Polresta: Jaga Kondusivitas, Tanggung Jawab Bersama

Sabtu, 13 Juni 2026

Budiman Sudjatmiko di Undip: Jangan Lihat Kritik Sepintas, Tapi Visi Besar Indonesia 2045

Budiman Sudjatmiko di Undip: Jangan Lihat Kritik Sepintas, Tapi Visi Besar Indonesia 2045

Jumat, 12 Juni 2026

Selanjutnya
All You Can Eat Kembali di Luminor Hotel Purwokerto, Hanya Rp70.000!

All You Can Eat Kembali di Luminor Hotel Purwokerto, Hanya Rp70.000!

Resmi! Pemkab Banyumas Revitalisasi 34 Sekolah, dari TK hingga SMK, Ada Bus Sekolah Gratis

Resmi! Pemkab Banyumas Revitalisasi 34 Sekolah, dari TK hingga SMK, Ada Bus Sekolah Gratis

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com