PURWOKERTO – Tren media sosial yang begitu dominan rupanya tak sepenuhnya menyurutkan minat baca generasi muda. Justru di Purwokerto, geliat literasi kalangan Gen Z menunjukkan tren positif. Salah satu buktinya adalah ramainya pengunjung dalam kegiatan Purwokerto Party Book, sebuah ruang diskusi buku yang rutin digelar setiap akhir pekan.
Kegiatan yang mengusung konsep santai ala piknik ini menjadi alternatif menarik bagi anak muda yang ingin mengeksplorasi dunia literasi tanpa tekanan.
Wadah Diskusi yang Inklusif bagi Semua Kalangan
Pengelola Purwokerto Party Book, Asti Nadia, menjelaskan bahwa komunitas ini merupakan cabang regional dari Indonesia Book Party. Tujuannya tak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga menyediakan wadah diskusi bacaan yang nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin menyediakan ruang yang nyaman bagi siapa saja untuk mulai membaca dan berdiskusi. Tidak harus sudah banyak membaca untuk bisa ikut,” ujar Asti saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (20/4/2026).
Komunitas yang telah berjalan sejak awal 2024 ini bersifat inklusif dan terbuka untuk berbagai kalangan—mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.
Konsep Piknik agar Suasana Tak Kaku
Setiap pertemuan, lokasi kegiatan kerap berpindah. Yang terbaru digelar di Taman Pangripta, Kranji. Sebelumnya, komunitas ini juga sering menggunakan Taman Paman TKR Kranji, Mas Kumambang, Taman Kober, hingga Taman Tesda.
Menurut Asti, pemilihan lokasi terbuka dengan konsep piknik sengaja dilakukan agar peserta lebih rileks.
“Dengan konsep piknik, peserta bisa lebih rileks dan menikmati proses diskusi tanpa tekanan,” tambahnya.
Dalam setiap pertemuan, acara diisi dengan sesi berbagi cerita buku yang kemudian berkembang menjadi diskusi interaktif. Jumlah peserta pun bervariasi, antara 8 hingga 20 orang setiap pekannya.
Testimoni Peserta: dari Awalnya Malas Baca Jadi Tertarik
Salah satu pengunjung, Aisya, mengaku sangat menikmati suasana diskusi yang hangat. “Acaranya rutin setiap akhir pekan, dimulai dari pembukaan hingga peserta saling berbagi cerita buku, lalu diskusinya bisa berkembang luas,” ujarnya.
Aisya menambahkan, kegiatan ini tak hanya memperluas wawasan tetapi juga memberikan rekomendasi bacaan baru. “Saya senang karena bisa berdiskusi dengan banyak orang dan topiknya sangat beragam, jadi menambah pengetahuan,” katanya.
Yang menarik, menurut Aisya, kegiatan ini mampu mendorong peningkatan minat baca di kalangan Gen Z. “Banyak yang awalnya tidak suka membaca jadi tertarik datang dan ikut berdiskusi,” tambahnya.
Lewat konsep yang santai, inklusif, dan interaktif, Purwokerto Party Book dinilai berhasil menjadi alternatif ruang literasi yang relevan bagi generasi muda di tengah gempuran era digital. (Richsa Nur Fadillah)






